Pemikiran Adolf Hitler Mengenai Supremasi Jerman Raya

15 12 2009

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Betapa pun dianggap bertanggung-jawab atas kematian puluhan juta jiwa semasa Perang Dunia II, Adolf Hitler akan tetap dicatat sebagai penentu sejarah dunia. Ia adalah satu dari segelintir tentara rendahan yang sanggup tampil menjadi hantu dunia, membawa Jerman keluar dari cengkeraman Sekutu dan bangkit menjadi penguasa Eropa. Sebuah upaya besar yang bahkan seorang jenderal Sekutu pun kecil kemungkinan tak akan sanggup melakukannya.

Tak heran jika kemudian banyak ahli sejarah, politik, bahkan kejiwaan, lalu tertarik membedah profil Hitler secara mendalam. Nazi, partai berpengaruh yang ia pimpin, serta The Third Reich, visi masa depan Jerman yang ia perjuangkan, memang merupakan fenomena tersendiri. Begitu pula dengan angkatan perang Jerman yang sanggup merangsek begitu cepat ke negara-negara sekitar Jerman. Namun, Hitler adalah sosok central yang jauh lebih fenomenal.

Berbagai penilaian diberikan oleh para pengamat, sejawat, dan orang-orang yang pernah berada di lingkaran terdalamnya. Ada yang menyebutnya sebagai nasionalis sejati, orator yang sanggup mempengaruhi orang, penjahat perang yang sadis, psikopat. Tetapi ada pula yang menyebutnya sebagai pemimpin agung serta pemimpin yang lembut dan Leman yang kebapakan. Profilnya amat variatif.

Apa pun itu keputusannya untuk bunuh diri di ujung keambrukan Jerman Nazi harus dianggap sebagai akhir dari sebuah kisah besar yang ironis sekaligus tragis. Ia berhasil membawa keluar rakyatnya yang tengah didera depresi ekonomi hebat, mampu membangun angkatan perang hingga terdigdaya di Eropa, namun justru memilih mengakhiri hidupnya dengan menelan racun dan menembakkan pistol ke mulut. Bersama istrinya, Eva Braun, ia bunuh diri di bunker bawah kota Berlin pada 30 April 1945, ketika disadari bahwa Rusia, musuh besarnya, telah berhasil menguasai kota ini.[1]

Kepada sejumlah perwira dan dokter yang mendampinginya di hari-hari terakhir, ia menyatakan merasa terhormat mati bunuh diri ketimbang menyerah kepada tentara Rusia atau dihadapkan ke pengadilan perang. Yang begitu luar biasa yaitu ambisinya menguasai Eropa tak pernah padam hingga ia memutuskan bunuh diri.

Dari sekian telaah yang ditunjukan kepadanya, yang menarik perhatian untuk diketengahkan adalah visinya yang megalomania. Banyak yang berpendapat, justru dari karakternya inilah Hitler, yang secara intelejensia sebenarnya pas-pasan, memiliki ambisi yang kelewat batas. Ia, misalnya ingin menjadikan Jerman sebagai tuan di bumi ini, atau “Lord of the Earth”. Untuk itu ia harus lebih dulu memimpin Jerman meraih kembali kedigdayaan Imperium Roma yang pernah berjaya antara tahun 962 hingga 1806.[2]

Tertarik dengan latar belakang tersebut, maka penulis mencoba untuk mengangkat permasalahan tersebut dan menuangkannya dalam makalah dengan judul “SUPREMASI JERMAN RAYA”.

B. Pokok Masalah

Berdasarkan latar belakang yang sudah diuraikan diatas, maka penulis mencoba untuk mengidentifikasi masalah yang menjadi topik pembahasan  dalam penulisan pemikiran politik barat ini, yaitu :

  1. Bagaimana latar belakang konsep lahirnya pemikiran fasisme ala Adolf Hitler?
  2. Bagaimana proses terjadinya fasisme di Jerman?
  3. Bagaimana supremasi Jerman Raya dicanangkan oleh Adolf Hitler dalam bentuk kekuasaan superior ras Arya dengan agresi militernya?

C.  Pokok Masalah

Dengan bangkitnya Jerman dibawah kekuasaan Hitler yang bernaung di Partai Nazi telah membuka pintu negara Jerman menjadi negara yang terpandang terutama setelah kalahnya Jerman pada Perang Dunia I. Kebangkitan Jerman tidak hanya dalam faktor-faktor kemakmuran negaranya saja, namum dalam hal militer pun Jerman menjadi negara yang sangat kuat dengan adanya propaganda dari pemimpinnya. Disini Rakyat Jerman sudah mencapai titik dimana kekuasaan dan pertahanan menjadi prioritas utama dibanding mementingkan kebebasan berpolitik yang pada akhirnya akan menjadi pertikaian dan pertumpahan darah, Hitler mengerti akan hal-hal tersebut dan menggunakannya demi tercapai tujuannya. Dibantu dengan kapasitas yang fenomenal dalam hal organisasi untuk propaganda dengan semangat tercapainya negara industri besar sesuai dengan pencapainya. Dengan dibangunnya hal-hal tersebut, pembawaan rakyat Jerman terhadap terlahirnya suatu otoritas akan memudahkan lahirnya suatu kepemimpinan fasisme”.[3]

Dengan adanya semangat nasionalisme yang tinggi dan rasa kebangaan yang sangat tinggi terhadap ras-nya sendiri maka dimulailah sebuah propaganda oleh Hitler yang pada kelanjutanya menjadikan Jerman sebagai negara “gila perang”. Dilakukannya beberapa serangan brutal ke negara-negara tengga demi mengukuhkan supremasi Jerman raya di bumi Eropa dengan pembunuhan besar-besaran yang dilakukan oleh kaum Nazi. Serangan sadis ini didorong oleh semangat moril yang sangat tinggi, tetapi hakekatnya mereka perupakan pernyataan dari kekuatan-kekuatan jiwa yang primitif. Dalam hal-hal sedemikian dikatakan, bahwa ego telah dikorupsi oleh jiwa.[4]

Seraya dengan meningkatnya nasionalisme, chavinisme, dan perlunya perluasan wiliyah maka pemimpin Jerman Adolf Hitler melakukan ekspansi tanpa terduga ke beberapa negara Eropa dengan tujuan mendirikan suatu negeri bagi bangsa Jerman saja atau dikenal dengan sebutan negera Jerman Raya. Supremasinya disini dapat dilihat dengan giat melakukan tekanan dan penyerangan terhadap negara yang akan didudukinya dan negara yang memerangi Jerman.

BAB II

GAMBARAN SPESIFIK ADOLF HITLER

Nama : Adolf Hitler

Kelahiran : Braunau am Inn, Austria, 20 April 1889

Kematian : Berlin, Jerman, 30 April 1945

Partai Politik : Nazi (Nationalsozialist)

Prestasi : Führer Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei (1921-1945)

Reichskanzlier Jerman (1933-1945)

Führer und Reichskanzler (1934-1945)

Awal Hidup :

Adolf Hitler dilahirkan di Braunau am Inn, Austria, dekat Jerman pada 20 April 1889. Ayah Adolf Hitler, Alois Hitler, merupakan seorang pegawai kantor bea cukai. Setelah ayahnya pensiun, keluarga Hitler pindah ke kota Lambach (awal dari kehidupan yg terus berpindah-pindah di masa pensiun ayahnya).Ibunya merupakan keturunan yahudi. Di Kota tersebut terdapat sebuah biara Katolik yang dihiasi ukiran kayu dan batu yang diantaranya terdapat beberapa ukiran swastika, yang kemudian menjadi tempat Adolf muda belajar. Adolf Hitler dapat menyesuaikan dengan baik di sekolah biara tersebut, bahkan konon ia memiliki suara yang lumayan bagus. Sebagai Adolf muda, ia juga memiliki idola, yaitu biarawan yang melayani di sekolah biaranya, bahkan ia pernah serius selama 2 tahun bercita-cita ingin menjadi biarawan. Ketika beranjak dewasa, cita-citanya berubah ingin menjadi seorang seniman. bahkan ia mencoba untuk mengikuti ujian masuk perguruan tinggi seni di Wina, Austria namun gagal, dan bahkan ia pernah menjadi seorang tunawisma di kota ini.

Ketika Perang Dunia I meletus, Hitler turut serta pada usia 25 tahun sebagai pengantar pesan dalam pasukan Infantri Resimen Bavaria ke-16, dan ia merupakan salah satu orang yang paling beruntung di medan pertempuran. Pernah suatu kali resimennya bertemu pasukan Inggris dan Belgia di dekat Ieper (bahasa Perancis: Ypres), resimennya kehilangan 2.500 dari 3.000 orang, tewas, luka-luka atau hilang dan Adolf Hitler lolos tanpa luka sedikitpun dan beberapa kali ia berdiri di satu tempat dan kemudian berpindah ke tempat lain yang beberapa detik kemudian tempat dia sebelumnya berdiri kejatuhan bom. Luka pertamanya didapatnya pada tanggal 7 Oktober 1916 tepat 2 tahun setelah ia terjun kedalam perang, akibat pecahan mortir di perang di Kota Somme. Ketika gencatan senjata ditanda tangani pada tanggal 11 November 1918, Hitler sedang dirawat di rumah sakit akibat terkena serangan gas klorin dari inggris yang mengakibatkan buta sementara. Ketika itu Hitler menjabat sebagai kopral.

Tahun 1919 Hitler lalu bergabung dengan sebuah partai kecil bernama Partai Pekerja Jerman dan meninggalkan karir militernya. Saat berhasil menjadi pemimpinnya dan akhirnya mengubah namanya menjadi partai Nazi. Tahun 1920, Hitler menterbitkan simbol Swastika dan Tahun 1921 Partai ini semakin solid dengan didukung oleh kelompok milisia SA. Disinilah kita bisa melihat salah satu kejeniusan Hitler, berorganisasi dan berpidato. Terus terang, secara pribadi, saya tidak pernah melihat orang berpidato sehebat Hitler. Ketika pengikutnya berteriak sambil mengangkat tangan “HAIL HITLER!”. Apapun yang Hitler katakan adalah seperti sebuah Religion’s order yang membuat pengikutnya menjadi super fanatik dan mengikuti apapun yang diucapkannya.

Di penjara dia menulis bukunya yang terkenal, Mein Kampf (Perjuanganku) 1924. Ernst Hanfstaengl menjadi salah satu penerbit buku yang super laris dan menghasilkan income yang banyak. Buku ini bisa digambarkan sebagai sebuah buku otobiografi, pikiran politik/ filsafatnya, sejarah serta buku hariannya. Dalam tulisannya ini Hitler yakin bahwa bangsa Arya adalah ras teringgi, penemu seni, ilmu dan tekhnology. Selanjutnya Hitler ingin menciptakan sebuah “ras arya” yang “genuine” yang nantinya akan meleading kebudayaan, keindahan, martabat dari semua jenis ras manusia. Buku ini kemudian menjadi seperti “The Bible” bagi pengikutnya.

Setelah mendekam di penjara kurang lebih 9 bulan, Hitler mendapat amnesti, tetapi partai Nazi miliknya sudah amburadul saat dia keluar penjara. Disini kita bisa melihat salah satu talenta besarnya dalam berorganisasi. Hitler berhasil membangun kembali partainya dari partai kacau balau sampai menjadi salah satu partai terbesar di Jerman.[5]

Partai Nazi :

Nazisme muncul sebagai akibat dari Perang Dunia I. Pada 11 November 1918 secara mengejutkan bagi pasukan garis depan Jerman, perang tiba-tiba berakhir. Pasukan garis depan tidak merasa dikalahkan dan mereka heran mengapa gencatan senjata terjadi begitu cepat sehingga mereka harus segera meninggalkan posisinya padahal mereka masih berada di wilayah musuh. Mitos yang berkembang di antara para prajurit Jerman yang menyerah ini adalah bahwa mereka telah “ditikam dari belakang.” Bahwa pasukan garis depan dan 2 juta rakyat Jerman tewas selama perang telah dikhianati oleh kelompok Marxis dan Yahudi yang telah memunculkan perbedaan pendapat di negara mereka. Ketika pasukan selamat itu kembali ke Jerman baru yang demokratis, mereka membawa serta kekecewaan mereka. Seusai perang, negara-negara sekutu melanjutkan blokade terhadap Jerman. Pasukan yang kembali dan berbaris melewati München, ibukota Bayern, terkejut melihat keluarga mereka yang masih menderita. Jutaan rakyat Jerman kelaparan dan ribuan lainnya sekarat akibat penyakit TBC dan influenza.

Di Jerman, politik terbagi menjadi 2 kutub, Konservatif dan Sosialis; masing-masing kelompok menjadi radikal di masa krisis. Situasi semakin bertambah buruk dengan munculnya gerakan Republik Soviet München, sebuah upaya untuk menciptakan pemerintahan bergaya Soviet yang dikobarkan oleh kelompok sayap kiri Raterepublik di Munich. Tentara pemerintah diturunkan untuk menumpas pemberontakan tersebut dan pecahlah pertempuran terbuka di jalan-jalan Munich. Lebih dari 500 orang terbunuh. Tentara didukung oleh Freikorps, prajurit bayaran sayap kanan yang dibiayai oleh pemerintah. Freikorps benar-benar menjalankan tugasnya, mereka membantai orang-orang yang mereka anggap sebagai anggota Raterepublik dan berhasil menumpas pemberontakan itu.

Pransangka anti-Semit di kelompok kanan semakin diperkuat oleh kenyataan bahwa pimpinan Raterepublik sebagian besar adalah orang Yahudi, sehingga muncul kesan bahwa Bolshevisme (komunis) dan Yudaisme pada adalah dasarnya sama. Wajar ketika sikap anti Yahudi kemudian berkembang luas.

Freikorps dielu-elukan di München setelah penumpasan Raterepublik. Kelompok Yahudi adalah kambing hitam yang sempurna untuk disalahkan atas semua penyakit negara tersebut. Freikorps didukung pejabat-pejabat sayap kanan di militer seperti Kapten Ernst Roehm (yang nantinya akan menjadi komandan tertinggi SA, “Pasukan Badai”), seorang pria dengan filosofi sederhana:

“Aku masih muda dan liar. Karenanya, perang dan kerusuhan lebih menarik bagiku dibandingkan tatanan borjuis yang rapi. Brutalitas dihargai, rakyat butuh rasa takut; mereka ingin takut pada sesuatu; mereka ingin seseorang yang membuat mereka takut dan memaksa mereka menyerahkan dalam ketakutan.”

Di awal tahun 1918, sebuah partai bernama Freier Ausschuss für Einen Deutschen Arbeiterfrieden (Komite Bebas untuk Kedamaian Buruh Jerman) didirikan di Bremen, Jerman. Anton Drexler, seorang tukang kunci dan penyair, mendirikan sebuah cabang dari perkumpulan ini pada 7 Maret 1918, di Munich. Drexler pernah menjadi anggota partai Fatherland semasa Perang Dunia I, dan merupakan salah satu penentang perjanjian damai antara Sekutu dengan Jerman yang mengakhiri Perang Dunia I tahun 1918. Ia memiliki pandangan seperti umumnya nasionalis militan saat itu: menentang Perjanjian Versailes, anti-semit dan anti-marxis, dan mempercayai superioritas ras Arya. Ia juga percaya bahwa kapitalisme Internasional merupakan bagian dari gerakan dominasi Yahudi di seluruh dunia dan menuduh kapitalis mengambil keuntungan (profit) dari Perang Dunia I. Drexer juga berpandangan bahwa kekacauaan dan ketidakstabilan politik adalah karena Republik Weimar tidak mau mempedulikan rakyat kecil.

Pada tahun 1919, Drexler, dengan Gottfried Feder, Dietrich Eckart dan Karl Harrer, mengubah nama partai tersebut menjadi Deutsche Arbeiterparte (Partai Pekerja Jerman) atau biasa disingkat DAP.

Tahun 1919, Rohm bergabung dengan partai tersebut. Di sana, dia bertemu dengan seorang veteran Perang Dunia I, berusia 30 tahun: Kopral Adolf Hitler yang sama seperti Rohm, membenci kelompok Komunis dan Yahudi. Hitler juga bergabung dengan partai pekerja Jerman pada tahun 1919. Di kartu anggotanya tertera dia anggota nomor 555 meskipun pada kenyataannnya dia anggota nomor 55; partai itu memberi nomor mulai dari 500 agar anggotanya terlihat banyak.

Hitler tak berbeda dengan ribuan mantan prajurit lainnya di München, dia luntang-lantung tanpa pekerjaan tetap. Tapi kini dia telah menyadari bakat alaminya untuk berorasi dan menarik orang untuk bergabung dengan partainya, sehingga ia memiliki peran dominan di sana. Dia salurkan kebencian, kemarahan atas berakhirnya perang dengan pidato yang berapi-api. Hitler selalu berbicara tentang apa yang disebutnya sebagai ketidakadilan perjanjian damai Versailes yang ditandatangani pada akhir Perang Dunia I. Berdasarkan perjanjian itu, Jerman kehilangan banyak wilayah negaranya. dan dipaksa membayar ganti rugi pada negara-negara pemenang. Pada awal 1920, inflasi merajalela tak terkendali, keuangan benar-benar hancur sehingga rakyat Jerman berpikir bahwa demokrasi tak menghasilkan apapun.

Di Bayern, pada tahun 1921 Hitler dinobatkan menjadi pimpinan partai pekerja Jerman yang kecil itu. Namanya di ubah menjadi Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei (“Partai Pekerja Nasionalis Sosialis Jerman”), disingkat Nazi atau NSDAP. Saat itu hanyalah salah satu dari banyak partai sayap kanan di Munich dan mereka semua mengatakan yang sama: Versailes adalah kejahatan dan kelompok Yahudi ada di belakangnya.

Dinamisme Hitler yang dibarengi dengan nada tanpa kompromi dalam pidato-pidatonya mulai menarik warga Bayern terkemuka lainnya untuk berpaling pada partai baru Nazi. Pada tahun 1922, seorang penerbang ulung pemegang penghargaan “Pour le Merite” sekaligus komandan skuadron Richthodenber dalam Perang Dunia I, Hermann Göring, bergabung dengan Nazi. Nazi pun menyebarkan pengaruhnya ke wilayah pedesaan Bayern. Di sana, seorang mahasiswa pertanian yang awalnya ingin menjadi peternak ayam, Heinrich Himmler bergabung dengan Nazi (di kemudian hari, ia ditunjuk sebagai komandan tertinggi SS).

Bulan Januari 1923 di Ruhr, pasukan Perancis datang untuk meminta pembayaran ganti rugi perang, mengasingkan dan menghina rakyat Jerman. Perancis memerintah mereka dengan tangan besi. Rakyat Jerman menganggap hal ini sebagai upaya balas dendam. Sentimen nasionalis pun mulai berkembang di Jerman. Sebagai hasilnya, jumlah anggota Partai Nazi bertambah drastis menjadi sekitar 20.000 orang.

Di München pada tahun 1923, dalam suasana krisis yang disebabkan oleh pendudukan Ruhr, Hitler dan Nazinya mulai bertindak. Hitler berdiri di atas panggung Burgerbrau Keller pada tanggal 8 November dan menghentikan rapat politik sayap kanan, ia menyerukan dilaksanakannya sebuah revolusi nasional untuk menggulingkan pemerintah sayap kiri di Berlin. Keesokan harinya, 9 November 1923, Nazi, bersama dengan partai sayap kanan lainnya berparade di Munich untuk mengumpulkan dukungan. Mereka dihentikan oleh polisi di monumen perang Feldherrenhalle. Awalnya, Nazi berharap militer dan polisi mendukung parade tersebut dan bergabung bersama mereka, tapi yang terjadi sebaliknya, polisi tidak mendukung mereka; tembakan dilepaskan dan peserta parade dibubarkan. Untung bagi Hitler, ia berhasil lolos dari penembakan itu. 4 perwira polisi dan 16 anggota Nazi kehilangan nyawa mereka. Selain membunuh polisi, beberapa pengikut Nazi juga melakukan perampokan bank dalam aksinya.

Hitler kemudian diadili bersama pimpinan parade lainnya pada awal 1924 dengan tuduhan melakukan penyerangan terhadap polisi dan perampokan bank. Dalam pengadilan tersebut, Hitler dengan sikapnya yang menantang berkata:

“Kau bisa menyatakan kami bersalah ribuan kali, tapi dewi yang memimpin pengadilan abadi sejarah akan, dengan senyuman, mencabik-cabik dakwaan penuntut umum dan keputusan pengadilan ini. Dan sang dewi akan membebaskan kami”.

Hitler menjadi terkenal karena pernyataan sikapnya yang berani. Hakim Georg Neithardt, hakim pengadilan yang mendengar pernyataannya itu pun jadi bersimpati padanya dan bahkan mengirim pesan ke Pengadilan Banding untuk mengurangi masa kurungan Hitler. Sebagai hasilnya, Hitler hanya perlu menjalani hukuman 9 bulan penjara di Penjara Landsberg; setelah menyulut revolusi, pembunuhan 4 perwira polisi, dan perampokan bank. Tahun 1924, nama Hitler dan Nazi sempat terbenam.

Pada pertengahan 1920-an ekonomi Jerman pulih dan inflasi mulai berkurang. Pemerintahan Weimar yang berkuasa berhasil menyelesaikan masalah pergantian kerugian perang dengan meminjam uang dari Amerika Serikat. Namun, ada sejumlah rakyat Jerman yang tidak setuju dan menyebut peristiwa ini sebagai “kemerosotan Weimar”. Mereka bergabung dengan kelompok nonpolitik seperti Wandervogel yang menyerukan untuk kembali ke cara hidup lama yang lebih sederhana. Nazi memanfaatkannya dan ikut mensosialisasikan gerakan untuk kembali ke nilai lama ini (gerakan ini tetap bertahan ketika Nazi berkuasa dalam sebuah kelompok yang dinamakan Hitler-Jugend, Pemuda Hitler).

Pada pertengahan tahun 1920-an, partai Nazi menjadi sebuah partai kecil yang radikal. Program partai mereka menjanjikan bahwa jika Nazi berkuasa, Yahudi Jerman, yang dianggap berada dibalik ‘Perjanjian Versailes’, akan dicabut kewarganegaraannya, atau bahkan diusir dari negara tersebut. Menurut Bruno Hahnel, pemimpin Kelompok Muda Hitler untuk tahun 1927—1945, mereka menganggap bahwa Golongan Yahudi Dunia ingin meraih kekuasaan dan menguasai dunia sehingga Kelompok Muda Hitler harus menggagalkannya.

Isu konspirasi Yahudi sedunia itu disuarakan secara terbuka oleh Nazi dan dipercaya. Bersamaan dengan munculnya paham anti-Semit itu, tumbuh keyakinan bahwa kekerasan adalah bagian yang tak terpisahkan dari proses politik, sehingga kemudian, Nazi mendirikan sayap paramiliter yang disebut Sturmabteilung (SA), “Pasukan Badai“. Tugasnya adalah menjaga pertemuan-pertemuan Nazi, mengancam pengikut partai-partai lain, dan menggalang dukungan.

Pada tahun 1928 atau 7 tahun setelah Hitler memimpin partai, Nazi gagal meraih kekuasaan dalam pemilu. Pada pemilu itu, Nazi hanya mendapatkan 2,6% suara. Tapi 4 tahun dan 18 bulan kemudian, Hitler menjadi Kanselir Jerman karena Nazi didukung oleh keadaan.

Pada tahun 1930-an, Jermah jatuh bangkrut. Harga produk pertanian dunia yang jatuh mengakibatkan kemiskinan, jatuhnya Wall Street mengakibatkan kemerosotan ekonomi di seluruh dunia, ditambah lagi dengan datangnya tagihan utang dari Amerika Serikat yang semakin menekan persediaan devisa Jerman. Tahun 1931 angka pengangguran di Jerman meningkat hingga 5 juta orang. Pengangguran hidup dengan susah payah di perkotaan ketika Jerman menjadi negara dengan perekonomian paling buruk di dunia. Keadaan semakin buruk ketika lima bank utama di Jerman hancur pada tahun 1931 menyebabkan lebih dari 20.000 perusahaan Jerman gulung tikar.

Tanpa diduga, dalam krisis ekonomi itu, suara untuk Nazi meningkat. orang-orang mulai tertarik dengan prinsip mereka: “Versailes adalah kejahatan dan Yahudi berada dibelakangnya. Marxisme harus dihancurkan dan Bangsa Jerman harus lahir kembali.” Bahkan karena sedemikian bosannya dengan keadaan ekonomi, orang-orang pedesaan yang belum pernah mendengar tentang Hitler dan partainya ikut memilih Nazi. Seperti misalnya di kota terpencil di wilayah Prusia Timur, Neidenburg, terjadi peningkatan suara yang sangat drastis untuk Nazi. Pada tahun 1928, Nazi mendapat 2.3% suara di sini. Namun pada tahun 1930 dukungan yang mereka dapatkan melonjak ke angka 25.8%; padahal Hitler tak pernah berkunjung ke sana dan tak ada perwakilan partai Nazi di kota itu. Tapi bukan hanya Nazi yang mulai naik daun, komunis juga mulai mendapat dukungan sehingga demokrasi yang baru lahir di Jerman mulai terancam karena para pemilih terdorong ke titik ekstrim; antara Nazi dan Komunis. Pertikaian mulai terjadi, Nazi dan Pasukan Badainya (SA) dengan Komunis.

Meskipun pada pemilu itu, Hitler kalah dari pesaingnya Presiden Hidenburg, ia telah menetapkan dirinya sebagai pemimpin alternatif Jerman yang menawarkan keteraturan, kedisiplinan, dan kharisma. Pada pemilu tahun 1932 mayoritas mulai memilih dua partai yang secara terbuka bertujuan menggulingkan demokrasi Jerman: Nazi dan Komunis. Demokrasi yang datang di Jerman pada akhir PD I dianggap kurang cocok dan harus disingkirkan dari Jerman. Dalam pidato pemilihan umumnya (Juli 1932), Hitler tidak menyembunyikan fakta bahwa Nazi memiliki paham kediktatoran:

Hitler dalam pidato pemilihan umumnya (Juli 1932).

“Musuh kita menuduh kita golongan sosialis-nasional, dan aku pada khususnya, sebagai orang yang tidak toleran dan menyukai permusuhan. Mereka bilang kita tak mau bekerjasama dengan partai lain. Mereka bilang golongan Sosialis-Nasional bukanlah orang Jerman karena menolak bekerjasama dengan partai lain. Lalu, apakah memiliki 30 partai adalah ciri khas bangsa Jerman!? Aku harus mengakui satu hal – orang-orang itu tidak salah. Kita tidak toleran. Aku memiliki satu tujuan – untuk menyingkirkan 30 partai politik itu dari Jerman! Mereka salah mengira kita adalah salah satu dari mereka. kita punya satu tujuan, dan kita akan mewujudkannya dengan setia dan tanpa kompromi sampai ke liang kubur!

Hasilnya pada pemilihan umum bulan Juli 1932 itu, Nazi menjadi partai terbesar di Jerman dengan meraih 37.4% suara. Kini hanya ada satu orang yang menjadi penghalang antara hitler dan posisi Kanselir: Presiden Hindenburg, orang yang pernah bersaing dengan Hitler untuk jabatan presiden dan mengalahkannya. Hindenburg bertemu Hitler pada tanggal 13 Agustus 1932 dan dalam pertemuan itu, Hitler menuntut untuk menjadi kanselir; Hindenburg menolak. Ia tidak setuju bila kekuasaan pemerintah diberikan ke satu partai yang tidak mewakili mayoritas pemilih dan lebih jauh lagi tidak toleran dengan disiplin yang rendah dan seringkali menggunakan kekerasan.

Kemudian, munculah sekelompok orang yang mulai menekan dan melobi Presiden Hindenburg, termasuk salah satu di antaranya seorang pengusaha mantan Direktur Reich Bank Hjalmar Schacht. Ia menulis surat kepada Hindenburg mendesak agar Hitler diberi mandat Kanselir demi kebaikan Jerman. Para pengusaha ketika itu lebih memilih agar perekonomian Jerman dikuasai oleh Nazi daripada Komunis yang jelas akan mematikan usaha mereka. Tekanan baru muncul sebagai akibat dari permainan perang militer: sebuah laporan menegaskan pada kabinet bahwa dalam kerusuhan sipil, militer tidak dapat mengendalikan baik Nazi maupun Komunis.

Tapi bukan hanya Hindenburg saja yang mendapat tekanan; Nazi juga mendapatkan hal yang sama. Partai Nazi terancam bangkrut dan kehabisan uang setelah salah satu tokoh utama partai, Gregor Strasser, mengundurkan diri. Sehingga dukungan suara mereka turun menjadi 33%; tampaknya dukungan untuk mereka sudah mencapai titik maksimal. Untungnya, Nazi mendapat dukungan dari kelompok tradisional Kanan yang ingin menggulingkan demokrasi dan komunis karena tanpa dukungan Hitler, mereka tidak akan mampu melakukannya. Salah satu di antara mereka. mantan Kanselir bangsawan Franz von Papen, menawarkan kesepakatan: Hitler bisa menjadi Kanselir jika ia, von Papen, menjadi wakil Kanselir, dan hanya ada 2 anggota Nazi lainnya yang masuk kabinet yang mayoritas diisi oleh orang-orang konservatif tradisional. Dengan begitu, ia berharap pengaruh Hitler dapat “dijinakkan.” Akhirnya, Hindenburg menawarkan posisi Kanselir kepada Adolf Hitler pada 30 Januari 1933. Dan segera setelah pengangkatan resmi itu, salah satu sahabat terdekat Hindenburg pada saat Perang Dunia I, Jenderal Ludendorff, mengirim telegram kepadanya:

“Ku ramalkan dengan sungguh-sungguh bahwa “orang terkutuk” ini akan membawa negara kita ke dalam jurang yang dalam. Generasi mendatang akan mengutukmu karena ini”.

Suara Untuk Partai Nazi
Tanggal Jumlah Suara
(dalam ribuan)
Persentase Kursi di
Reichstag
Keterangan
Mei 1924 1,918.3 6.5 32 Hitler di dalam penjara
Desember 1924 907.3 3.0 14 Hitler dibebaskan
Mei 1928 810.1 2.6 12
September 1930 6,409.6 18.3 107 Krisis finansial terjadi
Juli 1932 13,745.8 37.4 230 Hitler menjadi kandidat presiden
November 1932 11,737.0 33.1 196
Maret 1933 17,277.0 43.9 288 Hitler telah menjadi Kanselir Jerman

[6]

BAB III

PANDANGAN PEMIKIRAN ADOLF HITLER TENTANG

“SUPREMASI JERMAN RAYA”

Setelah kalah dan kacau balaunya Jerman pada perang dunia ke I, Jerman sebagai pihak yang kalah kehilangan banyak wilayahnya dan harus membayar biaya perang dan sebagainya. Hitler yang menganggap perjanjian ini sebagai sampah mampu membuat jutaan rakyat Jerman berdiri di belakangnya untuk menolak isi perjanjian ini dan merebut kembali apa yang menjadi ‘hak milik’ rakyat Jerman.

Mulai tahun 1934 Hitler berhasil membawa Jerman yang seluruhnya porak poranda karena kalah perang kembali menjadi kekuatan besar Eropa. Banyak peninggalannya yang masih bisa kita lihat sekarang, misalnya autobahn atau sistem jalan tol terbaik di dunia (yang tidak memiliki batasan kecepatan) adalah hasil karya rezim Hitler. Mobil volkswagen juga merupakan salah satu hasil rezim Hitler. Kekejaman dan terror yang dia terbar dimuka bumi mungkin tidak bisa dimaafkan, tetapi tidak bisa disangkal bahwa Hitler adalah salah satu jenius dari manusia dimuka bumi ini.[7]

Awal Mula Pemikiran Adolf Hitler :

Untuk mempelajari pemikiran Adolf Hitler dengan faham fasismenya terlebih dahulu kita telaah tentang pemikir yang mempengaruhinya lahirnya famah tersebut :

  1. Niccolo Machiavelli

Yang paling menonjol dari dari ajaran Machiavelli terhadap pemikiran Adolf Hitler adalah menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya[8] dan juga menghendaki pengontrolan terhadap kekuasaan, yaitu dengan cara membungkam setiap lawan politiknya. Cara yang dilakukannya yaitu dengan  dibakarlah gedung parlemen Jerman, lalu ia menuduh bahwa aksi keji itu dilakukan para musuh politiknya yang selama ini berdiam di gedung wakil rakyat.[9]

  1. Charles Darwin

Pendapatnya yang mengatakan “peperangan (perjuangan untuk mempertahankan hidup” pada mahluk hidup di alam. Oleh sebab itu, ide bahwa “yang kuat tetap hidup dan yang lemah akan musnah” mulai diterapkan juga pada manusia dan kehidupan dalam bermasyarakat. Justifikasi ilmiah Darwinisme inilah yang kemudian digunakan oleh Adolf Hitler untuk membangun ras super.[10]

Inspirasi terbesar dari Darwin terhadap Hitler adalah tentang pertarumhan (perjuangan) untuk mempertahankan kelangsungan hidup. Bukunya yang terkenal diberi judul Mein Kampf (Perjuangan Saya) teinspirasi dari pertarungan (perjuangan) untuk mempertahankan kelangsungan hidup ini. Sebagaimana Darwin, Hitler memberikan staus kera pada ras-ras non-Eropa, dan mengatakan, “Hapuskan (ras) Jerman Nordik dan tidak ada yang tersisa kecuali tarian para kera”.[11]

2. Freidrich Nietzsche

Pengaruh Nietzsche terhadap ideologi Nazi merupakan sebuah kenyataan yang ditekankan oleh begitu banyak sejarawan. Sebagaimana dinyatakan sejarawan H.F. Peters, banyak orang mengutuk Nietzsche sebagai “bapak fasisme”. Dalam bukunya, The Myth of the 20th Century, ideolog Nazi Alfred Rosenberg secara terbuka memuji Nietzsche. Hitlerjugend (Kaum Muda Hitler), sayap kepemudaan dari gerakan Nazi, menjadikan buku Nietzsche Thus Spake Zarathustra sebagai sebuah naskah keramat. Adolf Hitler memerintahkan pembangunan monumen khusus untuk mengenang Nietzsche, dan merintis pendirian pusat-pusat pendidikan dan perpustakaan “di mana para pemuda Jerman dapat diajarkan doktrin Nietzsche mengenai ras unggul”. Akhirnya, Gedung Peringatan Friedrich Nietzsche dibuka oleh Hitler pada bulan Agustus 1938. [12] Nietzsche merupakan seseorang yang memuliakan individu yang bebas, besar, dan kuat, yaitu seseorang yang diadopsi oleh orang-orang Nazi dari ras arya. Beliau sering mengaburkan makna dari tulisan-tulisannya yang di interpretasikan oleh para psikolog dan eksestialis di abad ke-20. Setelah tahun 1889 beliau dinyatakan tidak waras secara permanen.[13]

Kelanjutan Pemikiran Adolf Hitler :

Teori Darwin telah memasuki benak Hitler, bahkan meresap sampai ke tulang sumsum. Hal ini amat terasa dalam bukunya Mein Kampf (Perjuanganku). Ia menyamakan ras non-Eropa sebagai kera.

Dari dalam dirinya tumbuh ‘kekuatan’ yang mendapat inspirasi dari teori Darwin bahwa untuk mempertahankan hidup manusia harus bertarung. Ia menerjemahkan impiannya dengan menyerang Austria, Cekoslowakia, Perancis, Rusia, dll. Malah terbersit nafsu menguasai seluruh dunia. Ia melansir konsep eugenetika yang menjadi dasar pijakan pandangan evolusionis Nazi. Eugenetika berarti ‘perbaikan’ ras manusia dengan membuang orang-orang berpenyakit dan cacat serta memperbanyak individu sehat. Sehingga menurut teori itu, ras manusia bisa diperbaiki dengan meniru cara bagaimana hewan berkualitas baik dihasilkan melalui perkawinan hewan yang sehat. Sedangkan hewan cacat dan berpenyakit dimusnahkan.

Tak lama setelah berkuasa, Hitler menerapkan teori itu dengan tangan besi. Orang-orang lemah mental, cacat, dan berpenyakit keturunan dikumpulkan dalam ‘pusat sterilisasi’ khusus. Karena dianggap parasit yang mengancam kemurnian rakyat Jerman dan menghambat kemajuan evolusi, maka atas perintah rahasianya, dalam waktu singkat mereka semua dibabat habis.

Masih dalam eforia teori evolusi dan eugenetika, Nazi menghimbau muda-mudi berambut pirang bermata biru yang diyakini mewakili ras murni Jerman biar berhubungan seks tanpa harus menikah. Pada 1935, Hitler memerintahkan didirikannya ladang-ladang khusus reproduksi manusia. Di dalamnya tinggal para wanita muda yang memiliki ras Arya. Para perwira SS (Schutzstaffel) sering mampir ke sana buat mesum dengan dalih eugenetika. Para bayi yang lahir kemudian disiapkan menjadi prajurit masa depan ‘Imperium Jerman’.

Menurut Charles Darwin, karena ukuran tengkorak manusia membesar saat menaiki tangga evolusi, maka di seluruh Jerman dilakukan pengukuran buat membuktikan tengkorak bangsa Jerman lebih besar dari ras lain. Mereka yang tak sebesar ukuran resmi, begitupun yang gigi, mata, dan rambut di luar kriteria evolusionis langsung dihabisi.[14]

Berasal dari sebuah teori yang bersifat ilmiah kemudian Hitler merumuskannya ke dalam teori bernegara dan berbangsa terhadap Jerman, hal ini dimaksudkan agar kemutlakan atas bangsa Arya tidak dapat dipungkiri dan atas dasar itu pula maka Jerman-lah yang seharusnya memimpin dunia ini.

BAB IV

ULASAN PRIBADI TENTANG ADOLF HITLER

Dengan membaca beberapa buku dan artikel yang dimuat dalam beberapa situs internet penulis berpendapat bahwa pemikiran Adolf Hitler akan “Supremasi Jerman Raya” bertitik berat pada pandangan yang berlandaskan atas chauvinisme ras Arya Jerman. Dimana sikap itu berkeyakinan bahwa bangsa Jerman-lah yang seharusnya memimpin dunia ini, karena bangsa lain dianggapnya sebagai kelas inferior.

Dari suatu pandangan itulah nilai nasionalisme bangsa Jerman semakin tinggi yang diprogandakan oleh Hitler. Propaganda ini bertujuan agar terwujudnya suatu negara Jerman Raya yang terdiri dari bangsa-bangsa Jerman yang tersebar di negara-negara Eropa maupun orang yang berbahasa Jerman harus masuk ke dalam wilayah Jerman Raya yang berpusat di Berlin.

Agar tercapainya mimpi akan negara Jerman Raya, maka Hitler menyerukan pasukannya agar menggempur negara-negara di Eropa dan melakukan pembantaian terhadap warga yang bukan berdarah Jerman, pembantaian ini tidak hanya terjadi di Jerman namun juga terjadi di beberapa negara Eropa yang telah jatuh ke tangan Jerman.

Menurut penulis serbuan militer bukanlah hal yang paling utama dalam pendirian negara Jerman Raya melainkan sikap nasionalisme bangsa Jerman yang sangat tinggi pada saat itu yang mengakibatkan penghalalan segala cara demi terwujudkan legalitas bangsa Jerman terhadap kepemimpinan Jerman di Eropa. Sehingga segala keputusan yang diambil oleh Hitler baik itu buruk atau baik selalu mendapat dukungan penuh di rakyat Jerman pada masa itu.

BAB V

KESIMPULAN

Bahwa dapat disimpulkan pemikiran yang diadopsi oleh Adolf Hitler berlandaskan pada nilai-nilai, yaitu Rasisme, suatu sikap memandang rendah terhadap suatu individu atau kelompok yang dikarenakan atas suatu perbedaan yang menonjol berupa fisik, ras, etnis, suku, agama, politik, dan faktor ekonomi. Yang kedua adalah Chauvinisme, suatu sikap nasionalisme yang berlebihan, yang dikelanjutannya menciptakan suatu konflik. Yang ketiga adalah Eugenetika, suatu ‘perbaikan’ ras manusia dengan membuang orang-orang berpenyakit dan cacat serta memperbanyak individu sehat. Sehingga menurut teori itu, ras manusia bisa diperbaiki dengan meniru cara bagaimana hewan berkualitas baik dihasilkan melalui perkawinan hewan yang sehat. Sedangkan hewan cacat dan berpenyakit dimusnahkan. Yang keempat adalah Megalomaniac, suatu tindakan individu atau kelompok yang obsesi atau menggila-gilakan suatu penggunaan kekuasaan. Yang kelima adalah Utopist, suatu individu maupun kelompok yang menginginkan suatu negeri impian yang sempurna sesuai dengan cita-cintanya.

Pemikirannya berasal dari para pemikir terdahulu seperti Machiavelli dalam Il Principe, Charles Darwin dalam Origin of Species, dan Friedrich Nietzsche dalam Thus Spake Zarathustra.

Pemikirannya tentang “Supremasi Jerman Raya” adalah suatu pemikiran tentang terciptanya Jerman yang luas untuk terciptanya suatu negeri Jerman raya yang diperuntukan untuk orang-orang dari ras Arya saja, karena selain dari ras Arya merupakan kelas rendahan (inferior).

DAFTAR PUSTAKA

Bibly, Cyril. Race, Prejudice, and Education. New York : Frederick A. Praeger, 1960.

Downs, Robert B. Books That Changed The World. New York : Mentor, 1956.

Dunn, L.C., dan Th. Dobzhansky. Heredity, Race and Society. New York : Mentor, 1960.

Hoffman, Mark S. The World Almanac and Book of Facts 1993. New York : World Almanac, 1993.

Isaacs, Alan. New Webster’s Universal Encyclopedia. New York : Bonanza Books, 1985.

Katz, Jacob. Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Ziosnisme. Surabaya : Pustaka Progressif Surabaya, 1997.

Machiavelli. The Prince. New York : Mentor, 1952.

Macksey, K.J. Panzer Division The Mailed Fist. New York : Ballantine Books, 1968.

Mason, David. U-Boat : The Secret Manace. New York : Ballantine Books, 1968.

Morison, Samuel Eliot. The Two-Ocean War. New York : Ballantine Books, 1964.

Von Der Porten, Edward P. The German Navy in World War Two. New York : Ballantine Books, 1976.

Wall, Calvin. Suatu Pengantar Kedalam Ilmu Djiwa Sigmund Freud. Jakarta : PT Pembangunan Djakarta, 1954.

Wiesel, Elie. Malam. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia, 2005.

Zieser, Benno. The Road To Stalingrad. New York : Ballantine Books, 1956.

Website :

www.bacaanku.net www.sinarharapan.co.id

www.books.google.com www.wikipedia.com

www.detik.com http://www.wordpress.com

www.fica.org

http://www.indonesianpolitica.com

http://www.jammaahmuslimin.com

http://www.lampungpost.com

www.mail-archive.com

www.multiply.com

www.sarapanpagi.org

www.scribd.com


[1] Robert B. Downs, Books That Changed The World, (New York : Mentor, 1956), hal. 118.

[2] Diakses Kamis, 13 November 2008. http://www.wordpress.com

[3] Robert B. Downs. Op.Cit, hal 120.

[4] Calvin S. Wall, Suatu Pengantar Kedalam Ilmu Djiwa Sigmund Freud, (Jakarta : PT Pembangunan Djakarta, 1962), hal. 63.

[5] Diakses Minggu, 16 November 2008. http://www.sarapanpagi.org

[6] Diakses Minggu, 16 November 2008. http://www.wikipedia.com

[7] Diakses Kamis, 20 November 2008. http://www.sarapanpagi.org

[8] Diakses Sabtu, 13 Desember 2008. http://www.indonesianpolitica.com

[9] Diakses Sabtu, 13 Desember 2008. http://www.lampungpost.com

[10] Diakses Kamis, 20 November 2008. http://www.wikipedia.com

[11] Diakses Jum’at, 21 November 2008. http://www.jammaahmuslimin.org

[12] Diakses Kamis, 20 November 2008. http://www.sarapanpagi.org

[13] Alan Isaacs, New Webster’s Universal Encyclopedia, (New York : Bonanza Books, 1987), hal. 706.

[14] Diakses Jum’at, 21 November 2008. http://www.wikipedia.com


Aksi

Information

One response

17 12 2009
dir88gun

Assalamu alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Wahai Saudaraku sekalian di seluruh penjuru Dunia maya,

Akhir-akhir ini, banyak orang dari berbagai penjuru dunia sedang memperingati Hari Anti Korupsi Internasional.

Hari peringatan yang bertepatan dengan maraknya pembahasan tentang kasus penggelapan dana Bank Century di negeri kita.

Dan juga termasuk salah satu hari yang memuakkan bagi saya.

Hari yang memuakkan, dimana kita memperingati suatu perbuatan yang sangat memalukan, KORUPSI!

Kenapa juga kita harus memperingati jasa-jasa para koruptor yang telah membantu penghancuran kehidupan umat? He he he…

Untuk selengkapnya, baca di:

http://dir88gun0w.blogspot.com/2009/12/corruption-day.html

————————————————

INDONESIA GO KHILAFAH 2010

“Begin the Revolution with Basmallah”

————————————————

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: