Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat Mengenai Program Instalasi Anti-Misil Balistik di Polandia dan Republik Ceko Terhadap Rusia Pasca Terpilihnya Presiden Barack H. Obama (2009)

15 12 2009

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pada tanggal 16 Desember 2002 Bush mengeluarkan “Pengarahan Presiden no. 23 tentang Keamanan Nasional”. Ini merupakan rencana global membangun sistem-sistem pertahanan terhadap rudal balistik yang siap diluncurkan. Pada hari berikutnya Amerika secara resmi meminta kepada Inggris dan Denmark untuk menggunakan fasilitas di kedua negara itu sebagai bagian dari aktifitas pembangunan ulang sistem pertahanan rudal nasional (NMD-National Missile Defense). Bush mengubah nama Sistem Pertahanan Rudal Nasional (NMD) menjadi GMD-Ground-based Midcourse Defense. Secara praktis Sistem Pertahanan Rudal Nasional mencakup rencana-rencana pangkalan luar angkasa, laut dan udara. Pada Februari 2007 Amerika secara resmi mulai melakukan pembahasan dengan Polandia dan Republik Ceko tentang dimulainya pembangunan pangkalan penangkal rudal untuk mempermudah aktifitas sistem GMD. Amerika menjustfikasi sebab dimulainya program GMD karena terdapat negara-negara poros setan, seperti Korea Utara dan Iran secara khusus, yang berupaya mengembangkan rudal-rudal jarak jauh yang mampu mengusung hulu ledak nuklir yang mengancam kepentingan Amerika di Eropa dan Timur Tengah[1].

Dengan adanya agenda pembangungan instalasi anti-misil di Polandia dan Republik Ceko oleh Amerika Serikat, Rusia pun menjadi berang karena program ini dianggap mengancam kedaulatan negaranya dan berusaha untuk mengurangi kekuatan militer dan pengaruh politik Rusia di Eropa Timur, selanjutnya pemerintah Rusia menanggapi hal ini dengan pendekatan yang sangat mudah untuk terciptanya suatu konflik.

Seiring dengan berakhirnya pemerintahan George W. Bush dan dilantiknya presiden Barack Obama, menyebabkan beberapa peralihan dalam beberapa, terutama dalam kebijakannya mengenai program instalasi anti-misil di Eropa Timur. Beberapa kebijakannya terlihat sangat jauh berbeda dengan presiden Amerika Serikat sebelumnya.

Tertarik dengan latar belakang tersebut, maka tim penulis mencoba untuk mengangkat permasalahan tersebut dan menuangkannya dalam makalah dengan judul “Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat Mengenai Program Instalasi Anti-Misil Balistik di Polandia dan Republik Ceko Terhadap Rusia Pasca Terpilihnya Presiden Barack H. Obama (2009)”.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang sudah diuraikan diatas, maka penulis mencoba untuk mengidentifikasi masalah yang menjadi topik pembahasan  dalam penulisan Politik Luar Negeri Amerika Serikat ini, yaitu :

  1. Bagaimana kebijakan-kebijakan Barack Obama mengenai program instalasi anti-misil di Polandia dan Republik Ceko?
  2. Bagaimana hasil dari kebijakan-kebijakan tersebut terhadap hubungan luar negeri Amerika Serikat dengan Rusia?

C. Pokok Masalah

Semenjak Mei 2002, Washington dan Warsawa telah melakukan negosiasi mengenai perincian-perincian mengenai proposal yang diajukan oleh Amerika Serikat untuk membangun strategi militernya yaitu program instalasi anti-misil di teritori Polandia (yang dikemudian menyusul mengikutsertakan Republik Ceko). Pemerintahan George W. Bush bersikeras dengan rencana ini karena melihat adanya kekhawatiran atas serangan rudal dari Timur Tengah, terutama dari Iran[2].

Rusia mengecam keras instalasi radar anti-rudal yang akan dipasang di Republik Ceko dan pencegat rudal di Polandia berdasarkan rencana yang disusun oleh presiden George W. Bush, dan mengancam akan menggelar rudal jarak dekat di perbatasan NATO sebagai tindakan balasan[3]. Hal ini menyebabkan kekicruhan antara hubungan Washington dengan Moskow. Rusia melihat hal ini sebagai penyulut konflik diantara kedua negara yang notabene memiliki pengaruh yang besar di kawasan Eropa.

Sehubungan dengan berahirnya masa jabatan presiden George W. Bush, dan dilantiknya presiden Barack Obama, Amerika Serikat merombak kebijakannya mengenai hal ini yang ditandai dengan dilakukannya beberapa kontak dengan otoritas Moskow dan dilakukannya dialog dua arah demi menemukan titik terang[4].

D. Tujuan Penulisan

Dengan menelaah judul penulisan Politik Luar Negeri Amerika Serikat di atas, dapatlah diketahui apa yang menjadi maksud dan tujuan penulisan ini.

Maksud dari penulisan ini, yaitu :

  1. Untuk mengetahui latar belakang dimulainya program instalasi anti-misil balistik Amerika Serikat di Polandia dan Republik Ceko;
  2. Untuk mengetahui apa itu anti-misil balistik;
  3. Untuk mengetahui bagaimana kebijakan-kebijakan Amerika Serikat di Rusia, dan dampaknya terhadap instalasi pertahanan tersebut;
  4. Untuk mengetahui nasib dari kebijakan Amerika Serikat mengenai program instalasi anti-misil.

E. Ruang Lingkup dan Batasan

Di dalam mengkaji kebijakan-kebijakan Amerika Serikat mengenai instalasi program anti-misil di Polandia dan Republik Ceko, tim penulis membatasi ruang lingkup pada permasalahan politik luar negeri saja. Tim penulis membasi batasan pada tahun 2009 saja. Tim penulis mengawali dan mengakhiri di tahun 2009 karena selain diangkatnya Barack Obama menjadi presiden, juga karena di tahun tersebut berbagai dialog mulai dilakukan untuk meredakan ketegangan akibat dari program ini, dan juga di tahun ini ketegangan tersebut sudah berakhir.

BAB II

DESKRIPSI UMUM

A. Tinjauan Teoritik

Kebijakan (policy) adalah suatu kumpulan keputusan yang diambil oleh seorang pelaku atau kelompok politik, dalam usaha memilih tujuan dan cara untuk mencapai tujuan itu. Pada prinsipnya, pihak yang membuat kebijakan-kebijakan itu mempunyai kekuasaan untuk melaksanakannya, yang dapat dicapai melalui usaha bersama, dan untuk itu perlu ditentukan rencana-rencana yang mengikat, yang dituang dalam kebijakan (policies) oleh pihak yang berwenang, dalam hal ini adalah pemerintah[5].

Kebijakan luar negeri suatu negara, yang juga disebut kebijakan hubungan internasional, adalah serangkaian sasaran yang menjelaskan bagaimana suatu negara berinteraksi dengan negara lain di bidang-bidang ekonomi, politik, sosial, dan militer; serta dalam tingkatan yang lebih rendah juga mengenai bagaimana negara berinteraksi dengan organisasi-organisasi non-negara atau merupakan strategi implementasi yang diterapkan dengan variasi yang bergantung pada pendekatan, gaya, dan keinginan pemerintahan terpilih. Dalam wilayah ini pilihan-pilihan diambil dengan mempertimbangkan berbagai keterbatasan (finansial dan sumber daya) yang dimiliki[6]. Interaksi tersebut dievaluasi dan dimonitor dalam usaha untuk memaksimalkan berbagai manfaat yang dapat diperoleh dari kerjasama multilateral internasional. Kebijakan luar negeri dirancang untuk membantu melindungi kepentingan nasional, keamanan nasional, tujuan ideologis, dan kemakmuran ekonomi suatu negara. Hal ini dapat terjadi sebagai hasil dari kerjasama secara damai dengan bangsa lain, atau melalui eksploitasi[7].

Dalam hal mengenai kebijakan luar negeri suatu negara maka kebijakan-kebijakan yang dianut ditujukan sebagai usaha untuk memenuhi dan mencapai kepentingan nasional negara tersebut. Kebijakan luar negeri suatu negara bergaris lurus dengan kepentingan nasional, dengan demikian kebijakan luar negeri yang di adopsi oleh suatu negara dianggap sebagai haluan terhadap berbagai masalah politik, ekonomi, sosial-budaya, serta mengenai pertahanan dan ketahanan. Implementasi dari kebijakan yang telah dihasilkan oleh suatu negara kerap kali berbenturan dengan kepentingan dari negara lain sehingga dapat menyebabkan suatu konflik[8] (seperti yang akan dibahas dalam makalah ini mengenai benturan antara kepentingan Amerika Serikat dan Rusia mengenai penempatan anti-misil balistik di Polandia dan Republik Ceko).

B. Pengertian Anti-Misil Balistik

Anti-misil balistik (Anti-Ballistic Missile/ABM) adalah sebuah misil yang didesain untuk melawan misil balistik (misil yang diciptakan untuk misil pertahanan). Misil balistik digunakan untuk membawa nuklir, senyawa kimia dan biologi atau hulu ledak konvensional dalam sebuah peluncur peluru balistik. Terminologi “anti-misil balistik” menggambarkan segala sistem anti-misil yang didesain untuk melawan misil-misil balistik, meskipun pada umumnya terminologi ini erat kaitannya dengan anti-misil balistik yang didesain untuk perlawanan jarak jauh yang membawa hulu ledak nuklir atau Interncontinental Ballistic Missiles (ICBMs)[9]

Anti-Balistik Misil ditujukan sebagai senjata untuk menghadang rudal jelajah yang pada saat ini kerap kali pada rudalnya membawa hulu ledak nuklir. Rudal jelajah digolongkan berdasarkan titik serang yang dinginkan, dan cara peluncuran. Dua kategori yang paling umum adalah rudal jelajah yang digunakan untuk serangan darat dan rudal jelajah anti kapal. Tiap tipe rudal tersebut bisa diluncurkan baik dari pesawat, kapal laut, kapal selam maupun dari pelontar yang ada di daratan. Rudal jelajah untuk serangan darat adalah rudal yang tidak berawak dan dirancang untuk menghantam sasaran tertentu ataupun target bergerak yang berada di darat. Rudal ini diluncurkan setelah terlebih dulu diprogram untuk mengenali target. Tenaga untuk daya dorong rudal ini biasanya berasal dari mesin jet kecil. Karena rudal jenis ini dilengkapi dengan sistem pemandu yang sangat akurat, rudal ini efektif untuk menyerang target yang kecil sekalipun, bahkan jika hulu ledaknya konvensional.[10]

Tapi, sebetulnya rudal canggih tersebut sejauh ini justru baru dimiliki oleh Amerika Serikat, Rusia dan Prancis. Mereka juga tidak mengekspor rudal jenis ini ke negara lain. Irak, dikabarkan sedang menggarap modifikasi pesawat latih Czech L-29 menjadi pesawat tak berawak untuk membawa hulu ledak kimia dan bilogis. Selain Irak, Amerika memberi kewaspadaan khusus pada Korea Utara dan Iran. Itulah sebabnya, ketiga negara itu, diberi label “Axis of Evil”, Poros Setan alias Poros Kejahatan.[11]

C. Latar Belakang Penempatan Instalasi Anti-Misil Balistik oleh George W. Bush

Pasca runtuhnya menara WTC di New York, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Donald Rumsfeld meminta Presiden Bush memberi perhatian khusus kepada perkembangan teknologi rudal penjelajah yang dimiliki negara musuh AS, serta kerentanan tentara dan warga AS terhadap serangan. Surat tersebut dikirim Rumsfeld, sebagai bukti kepedulian tingkat tinggi jajaran Departemen Pertahanan terhadap perkembangan teknologi rudal penjelajah, yang mengancam Amerika Serikat. Presiden Bush diminta bertindak keras terhadap musuh-musuh Amerika Serikat[12].

Sebelum fokus terhadap rudal penjelajah, Pemerintahan Bush sebetulnya sudah mengembangkan sistem anti rudal. Tetapi fokusnya lebih kepada pertahanan terhadap serangan rudal balistik, sebab rudal ini memiliki kemampuan jelajah tinggi, mampu terbang rendah, dan bisa diterbangkan tanpa pilot. Amerika menyadari, perkembangan rudal balistik makin mengancam negaranya. Sebab kini, sudah ada rudal yang dapat diluncurkan dari kapal menuju pantai, mampu mengelabui radar, dan dilengkapi hulu ledak berbahan biologi, kimia, dan nuklir[13].

Rumsfeld menggunakan isu terorisme, untuk menggugah semangat Bush menuruti kemauan Departemen Pertahanan, menyikapi perkembangan rudal penjelajah. Sebab dengan kemampuan jelajahnya yang makin tinggi, instalasi Amerika Serikat di berbagai negara terancam. Bahkan bukan tak mungkin, tanah Amerika pun diserang, seperti rubuhnya Menara kembar WTC setahun silam[14].

Dalam memo dua halamannya, Rumsfeld juga mengajak Dewan Keamanan Nasional Amerika, segera membahas pembentukan semacam Satuan Tugas, menangani masalah rudal jelajah ini. Padahal Amerika sudah mengatur tentang kontrol pengembangan peralatan nuklir, dibawah Missile Technology Control Regime (MTCR) yang dibentuk tahun 1987. MTCR tak Cuma mengatur rudal balistik, tapi juga rudal penjelajah. Hanya saja kontrol terhadap penjualan dan produksi tidak diatur[15].

Koran Washington Post yang pertama kali melansir tentang memo itu juga menulis, seorang pejabat yang dekat dengan Rumsfeld yakin bahwa kebijakan yang diusulkan bos Departemen Pertahanan itu, bukan didasarkan pada informasi intelejen. Tapi hanya pada laporan akumulatif, bahwa negara-negara yang selama ini di cap sebagai musuh Amerika, memiliki mesin gas turbin, peralatan navigasi yang presitif, satelit indraja teknologi tinggi, yang kesemuanya bermuara pada kemudahan membuat senjata jelajah[16].

Rencana Amerika Serikat untuk membangun instalasi anti-misil balistik di Eropa Timur telah memunculkan perdebatan yang berujung pada konflik, yang dimana menarik berbagai pihak seperti Rusia dan negara-negara anti-Amerika Serikat, dan beberapa aspek dari kontroversi mengenai penempatan instalasi ini telah mengejutkan beberapa pihak. Dimulai dari reaksi Moskow yang sangat menentang akan hal ini, yang kemudian mengatakan bahwa rencana Amerika Serikat tersebut akan menggangu stategi nuklir Rusia sejauh ini[17].

Banyak yang berkata bahwa sebenarnya aksi Amerika Serikat itu merupakan pengepungan Rusia dan melanggengkan Rusia berada pada daerah ancaman penangkal rudal Amerika. Rusia memahami hakikat perkara tersebut. Rusia menilai sistem ini sebagai ancaman mematikan terhadap keamanan Rusia. Pada November 2008 duta besar Rusia untuk NATO Dmitry Rogozin mengatakan “Rudal Amerika Serikat di Polandia bisa menghujani Moskow hanya dalam waktu empat detik. Dan untuk mengeluarkan Amerika dan membongkar kepalsuan klaim Amerika bahwa fasilitas rudal di Polandia dan Ceko itu untuk menangkal Iran, Rusia menawarkan kepada Amerika untuk menyebar radarnya disamping radar Rusia di pangkalan radar Rusia di Gabala, Azerbaijan dan itu lebih dekat ke Iran dari pada Polandia dan Ceko, jika memang targetnya adalah Iran!”, selanjutnya Dmitry Rogozin beragumen bahwa Amerika Serikat tidak menyetujuinya karena target Amerika adalah menancapkan pangkalan di Eropa Timur untuk mengancam Rusia dan Amerika Serikat tidak ingin Rusia ikut berkontribusi di pangkalannya sehingga pangkalan Amerika akan berada dalam pengamatan Rusia, selama targetnya adalah Rusia itu sendiri[18].

Rusia beranggapan bahwa penangkal rudal Amerika Serikat itu diarahkan untuk melawan Rusia, bukan untuk melawan ngara-negara poros setan (Axis of Evil). Karena itu, Vladimir Putin pada April 2007 telah mengancam akan terjadinya perang dingin baru jika Amerika Serikat tetap berkeras menyebarkan penangkal rudal di Eropa Tengah. Sebagai tambahan, sebagai reaksi atas berbagai ancaman Amerika, Putin mengancam akan menarik diri dari Perjanjian Kekuatan Nuklir (NFT-Nuclear Forces Treaty) yang ditandatangani dengan Amerika pada tahun 1987, selanjutnya Putin mengancam akan menyebar rudal-rudal di perbatasan Kaliningrad di laut Baltik yang dekat dengan Polandia. Salah seorang jenderal Rusia berpendapat lebih jauh di mana ia mengancam akan menghujani Polandia jika tetap berkeras menjadi bagian dari penangkal rudal Amerika. Pada tanggal 15 Agustus 2008, jenderal Rusia Anatoly Nogovitsyn mengatakan: “Dengan masuknya Polandia dalam penangkal rudal, maka itu menjadikan Polandia sebagai target. Ini saya yakin 100 %. Sungguh Polandia telah menjadi target serangan dan penghancuran target ini menjadi salah satu prioritas“[19].

BAB III

PEMBAHASAN

Semenjak serangan teroris pada 11 September 2001, pemerintah Amerika Serikat mendeklarasikan perang internasional terhadap terorisme yang diketuai oleh Osama Bin Laden yang dicurigai telah bersembunyi di Afghanistan. Perang ini dideklarasikan sebagai perang jangka panjang dan memakanan biaya banyak yang mengikutsertakan beberapa negara dalam menghadapi beberapa ancaman.[20]

Di tahun 2002, pemerintahan Bush memulai melakukan pembicaraan dengan pemerintah Polandia dan Republik Ceko mengenai instalasi fasilitas pertahanan misil di teritori negara mereka, dengan detailnya berupa bahwa akan ditempatkan rada di Republik Ceko dan peluncur pengcegat rudal di Polandia, yang rencananya akan dilakukan pada akhir 2006. Masalah ini kemudian mencuat menjadi suatu perdebatan sengit diantara kedua negara. Pada bulan Januari 2007, pemerintahan Amerika Serikat meminta untuk dilakukannya dialog formal, walaupun banyaknya penolakan tetapi jika parlemen Polandia dan Republik Ceko menyetujuinya maka instalasi ini akan segera dibangun sesuai dengan persetujuan pertahanan misil.[21]

Pada Era George W. Bush ini, beliau menginginkan suatu sistem pertahanan yang dapat menghalau rudal balistik atau misil pembawa hulu ledak yang berbahaya (nuklir, senjata kimia, dan senjata biologi) yang kemungkinan ditujukan terdapat kepentingan-kepentingan Amerika Serikat di negara-negara Timur Tengah dan Eropa. Amerika Serikat beranggapan bahwa negara-negara musuh Amerika Serikat seperti Iran, sudah memiliki teknologi militer yang maju yang dapat meluncurkan rudal-rudalnya kapan saja. Menurut Alexander Khramchikhin (analisis kebijakan luar negeri Rusia untuk RIA Novosti) berargumen bahwa ada 5 penjelasan mengapa Amerika Serikat menginginkan suatu sistem pertahanan ini, yaitu :

  1. Setelah tragedi 11 September, para pemimpin dan masyarakat Amerika Serikat menjadi khawatir sehingga mereka menginginkan untuk menyerang terlebih dahulu, walaupun terhadap ancaman-ancaman yang bersifat mitos terhadap keamanan dalam negerinya.
  2. Anggaran belanja Pentagon semakin membengkak dan terus membebani APBN Amerika Serikat. Departemen Pertahanan dan industri-industri militer secara kompleks menampilkan ancaman-ancaman yang bersifat mitos belaka sebagai sesuatu yang nyata, dengan mencoba untuk memahami keamanan nasional yang bersumber pada dana pajak masyarakat Amerika Serikat.
  3. Militer Amerika Serikat dan para pemimpin politik percaya bahwa dalam kedepannya mereka akan membangun instalasi anti-misil balistik secara bertahadap yang akan menjadi suatu ancaman terhadap kekuatan strategi nuklir Rusia, yang akan membuat Rusia membentuk suatu pencegat rudal balistik (Ground-Based Interceptors/GBIs).
  4. Otoritas Washington ingin untuk mengulang kembali kesuksesannya dalam stategi di tahun 1980an, ketika berhasil untuk memaksa Moskow untuk menghabiskan dana besar-besaran untuk melawan ancaman mitos. Hampir seperempat abad telah berlalu semenjak Amerika Serikat mengumumkan perang antariksa, terhitung dengan ekonominya yang besar, dan potensi ilmiah dan teknologi, Amerika Serikat telah menyusun untuk membuat sesuatu hal yang sebetulnya tidak memiliki apa-apa sejak negeri ini mengumumkan hal tersebut.
  5. Kemungkinan terakhir adalah bahwa Amerika Serikat sesungguhnya tidak terlalu perduli terhadap Rusia ataupun Iran, namun sesungguhnya secara empiris telah diketahui bahwa NATO sudah tidak memiliki masa depan dan ingin untuk menciptakan suatu sistem keamanan yang lebih kecil namun lebih koheren. Sistem ini harus mengikutsertakan negara-negara yang setia terhadap otoritas Washington, dan pengembangan instalasi anti-misil balistik ini merupakan tes terhadap kesetiaan dari negara-negara tersebut terhadap Amerika Serikat[22].

Mengenai hal penempatan instalasi ini di Polandia dan Republik Ceko, yang keduanya merupakan negara-negara eks-komunis dan memiliki hubungan historis yang sangat erat dengan otoritas Moskow dan juga letak geografisnya pun berdekatan dengan Rusia, Rusia melihat bahwa penempatan anti-misil balistik di Polandia dan radar di Republik Ceko sebagai sebuah ancaman yang serius. Walaupun sistem ini terlihat kecil namun akan berkembang menjadi besar dan radar yang akan ditempatkan di Republik Ceko diguna sebagai suatu aktifitas spionase terhadap Rusia. Selanjutnya Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengancam bahwa negaranya tidak akan bersikap histeris mengenai ini tetapi akan menghadapinya dengan tindakan balasa. Untuk menanggapi perihal yang dikatakan oleh Medvedev, Pentagon memberikan statement bahwa hal ini merupakan suatu pidato yang mengadu-domba dari Rusia yang diciptakan untuk membuat kawasan Eropa menjadi khawatir[23].

Untuk menanggapi hal ini Rusia segera memperingatkan Republik Ceko mengenai konsekuensi negative yang akan ditempuh oleh negeri ini apalagi menyetujui proposal sistem anti-misil balistik diteritorinya. Moskow memperingatkan Praha melalui parlemen Rusia, Duma, bahwa Rusia siap untuk “mencoba” sistem pertahanan tersebut dengan menempatkan beberapa misil balistik di Rusia, Belarus, dan Kalingrad[24]. Republik Ceko mengkhawatirkan adanya perluasan pengaruh kuat Rusia di dalam negerinya yang semakin terasa di masyarakat Republik Ceko akhir-akhir ini[25].

***

Habisnya masa jabatan presiden George W. Bush pada akhir 2008 dan naiknya presiden Barack Obama menjadi presiden Amerika Serikat pada Januari 2009. Dengan presiden Amerika Serikat yang baru itu banyak memunculkan pertanyaan mengenai program instalasi pertahanan ini, apakah akan melakukan kebijakan baru atau melanjutkan penempatan instalasi pertahanan tersebut, pertanyaan-pertanyaan tersebut mencuat akibat dari kebijakan presiden sebelumnya yang menjadikan kawasan Eropa Timur layaknya sebagai kawasan pengujicobaan dan bentrokan antara kepentingan kedua kubu.

Respon Rusia terhadap terpilihnya Obama sebagai presiden Amerika Serikat adalah segera mengumumkan akan menempatkan rudal Rusia “Iskander” di perbatasan dengan Polandia dan Lithuania[26] menanggapi rencana Amerika membangun tameng rudal di wilayah Polandia dan Ceko yang langsung dikomandoi oleh presiden Rusia Dmitry Medvedev. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi terhadap pemberitaan yang mengatakan bahwa presiden Polandia Lech Kaczynski telah dihubungi oleh presiden Obama lewat telepon menjamin akan melanjutkan penempatan perisai anti rudal. Tapi berita ini dibantah oleh para juru bicara Obama : ”Obama akan mendukung proyek ini kalau sudah terbukti teknologinya berfungsi”[27].

Hal yang mengejutkan terjadi pada tanggal 17 September 2009, secara resmi Obama mengumumkan bahwa meninggalkan rencana penanaman rudal Amerika di Polandia dan Republik Ceko, Obama telah menyatakan pada awal tahun 2009 bahwa ia akan membatalkan rencana pertahanan rudal di Eropa Timur demi kepentingan sistem pertahanan rudal bergerak yang dibangun di atas kapal perang Amerika. Di dalam pidato nya mengenai hal ini, Obama mengatakan: “Saya setuju dengan sejumlah rekomendasi dari Menteri Pertahanan dan Kepala Staf untuk memperkuat perlindungan Amerika menghadapi kemungkinan serangan rudal balistik. Pendekatan ini akan melahirkan kemampuan yang lebih cepat, membangun sistem yang lebih efisien, memberikan bentuk yang lebih defensif menghadapi rudal, dari pada program pertahanan rudal Eropa tahun 2007”, selanjutnya beliau menambahkan: “Kita berhasil membuat kemajuan besar dalam mengembangkan rudal pertahanan kita dan khususnya dalam mengembangkan pemancar rudal darat dan laut serta peralatan pendukungnya. Pendekatan kita yang baru akan memungkinkan kita untuk menggunakan teknologi baru termodern dalam bentuk yang lebih cepat dari sistem sebelumnya. Sistem yang baru di Eropa akan lebih kuat, lebih cerdas dan lebih cepat melindungi militer Amerika dan sekutu-sekutunya, dari sistem sebelumnya. Pendekatan baru kita akan memberikan kemampuan yang lebih efisien dan efektif. Pendekatan baru kita akan membangun kepercayaan dalam komitmen kita untuk melindungi Amerika dari ancaman rudal balistik serta menjamin dan memperkuat perlindungan sekutu-sekutu kita di NATO”[28].

Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Jumat, memuji tindakan “berani” presiden Amerika Serikat Barack Obama untuk membatalkan satu perisai rudal Eropa sementara pemimpin NATO mengatakan aliansi itu harus bekerja sama lebih erat dengan Moskow menyangkut keamanan global. Putin mengatakan : “Keputusan presiden AS Barack Obama, yang membatalkan rencana untuk membangun instalasi pertahanan rudal di Eropa Timur, membuat kami lega”, selanjutnya ia menambahkan : “Dan saya sangat mengharapkan bahwa keputusan yang benar dan berani ini akan diikuti oleh yang lain”[29].

Tindakan selanjutnya yang dilakukan oleh Rusia adalah dengan membatalkan penempatan misil Iskander didekat perbatasan dengan Polandia[30], hal ini dilihat sebagai strategi Rusia untuk menjadikan masalah nuklir Iran sebagai harga-tawar dengan Amerika Serikat. Banyak analis yang beranggapan bahwa hal ini merupakan kemenangan terhadap diplomasi Rusia, dan selanjutnya banyak pula yang mengatakan bahwa ini merupakan pukulan telak terhadap Amerika Serikat[31]. Amerika Serikat banyak mendapat kritikan dari dalam negeri mengenai kebijakan Obama ini, terutama dari lawan-lawan politiknya dari partai Republik dan dari para akademisi[32]. Menurut ketua oposisi Rusia Garry Kasparov, Rusia telah mendapat keuntungan dengan mempertahankan krisis Iran sebagai harga tawar, karema ancaman di Timur Tengah telah membawa kenaikan harga minyak yang menyebabkan Amerika Serikat merugi. Rusia juga telah meraup keuntungan mengenai berbagai konsensi di PBB terhadap pihak-pihak Barat, kali ini konsensi itu merupakan pertahanan misil Amerika Serikat yang berdampak pada kebijakan Rusia terhadap Amerika Serikat untuk mengucilkan perdagangan dengan negara-negara eks-Uni Soviet yang pro-Barat seperti Georgia dan Ukraina[33].

Mengenai banyaknya kritikan terhadap kebijakan yang dibuat oleh presiden Obama, banyak spekulasi terhadap kebijakan ini salah satunya mengenai adanya agenda tersembunyi yang dilakukan oleh Amerika Serikat, yaitu bahwa ditinggalkannya sistem pertahanan GMD di Polandia dan Ceko akan bersifat sementara untuk menyenangkan Rusia. Dalam pidato Menteri Pertahanan Amerika Serikat Roberth Gates[34] tersirat telah berlaku cerdik dengan tidak menyebutkan dibukanya pembahasan Pentagon dengan Polandia dan Ceko tentang dimasukkannya model darat untuk sistem SM-3 dan peralatan lain untuk sistem tersebut. Demikian pula Gates tidak menyebutkan pembahasan-pembahasan seputar berita yang bocor bahwa Turki, Georgia, dan Azerbaijan bisa masuk di dalam organisasi penyebaran rudal Amerika. Bocoran berita itu telah membuat resah Rusia karena itu artinya bahwa penyebaran pangkalan rudal darat telah meluas ke kebun belakang Rusia.

Karena itu, juru bicara di kantor berita Rusia menjawab pidato Obama dan menteri pertahanan Robert Gates dengan komentar: “Seperti yang kami perhitungkan, Barack Obama dalam pidatonya pada tanggal 24 September 2009, dia tidak akan berbicara tentang meninggalkan atau menunda sesuatu pun. Akan tetapi ia justru mengadopsi rencana partahanan rudal baru yang dibangun di atas asas-asas teknologi yang sedang berkembang dan modern yang mampu secara labih baik untuk menghadapi ancaman rudal kontemporer. Obama mengatakan bahwa rencana tersebut lebih memiliki kapabilitas dari rencana sebelumnya yang menggabungkan Polandia dan Ceko”[35]

Sedangkan komparatif keunggulan Amerika secara militer telah goyah dan kemudian kontrol Amerika Serikat di dalam konstelasi internasional melemah, dan Amerika Serikat akhirnya memperhitungkan peningkatan kekuatan Rusia secara militer, maka jelas bahwa Amerika Serikat tidak lagi memiliki kontrol atas dunia sebagaimana kontrol yang dimilikinya sebelum menginvasi Irak. Karena Irak dan Afganistan menyedot kekuatan militer dan pendapatan Amerika. Ditambah lagi krisis ekonomi global makin memperparah pelemahan posisi Amerika di dunia. Akan tetapi meski semua itu, Amerika Serikat tetap lebih unggul dalam bidang militer dan memiliki kontrol yang lebih kuat di dalam konstelasi internasional. Namun Amerika menghadapi sejumlah tantangan dan persaingan dari kekuatan utama lainnya di dunia. Akibat meletusnya berbagai krisis sebelumnya, maka tantangan dari saingannya makin dramatis.

Meskipun pihak Rusia menilai hal ini sebagai suatu kemenangan diplomasi dan militer, sesungguhnya Amerika Serikat menginginkan hal yang lebih daripada program instalasi anti-misil balistik yaitu dengan menempatkan dan membangun kapal induk pencegat yang dapat lebih leluasa untuk menjangkau daerah-daerah yang tidak dapat terjangkau oleh anti-misil balistik[36]

Sementara itu pihak Polandia merasa kecewa dengan kebijakan Obama ini dengan mengatakan bahwa Amerika Serikat selalu saja memperhatikan diri sendiri dengan kepentingan dan tindakanan ekspoitasinya terhadap negara lain, menilai Amerika Serikat sebagai negara yang hanya peduli terhadap kepentingannya sendiri tidak lebih. Dengan dibatalkannya sistem pertahanan ini membuat Moskow dengan bebas menempatkan misil-misilnya di perbatasan Polandia dan pencegat balistik pun sudah dibuat di Kalingrad yang membuat Polandia semakin resah akhir-akhir ini[37]. Republik Ceko juga merasa kecewa dengan kebijakan Obama ini, bahwa dengan dibatalkannya kesepatakan penempatan sistem pertahanan radar di Republik Ceko merupakan tindakan yang akan mendatangkan suasana seperti pada perang dingin karena pengaruh Rusia yang semakin kuat di Eropa Timur, hal ini merupakan siatuasi yang sebetulnya harus diblokade oleh Amerika Serikat seperti yang dilakukan pada pasca perang dunia kedua.[38]

Dalam penjelasannya dikatakan oleh Obama bahwa anggapan Polandia dan republik Ceko meninggalkan mereka dan menjalin hubungan yang lebih erat dengan Rusia merupakan bukal hal yang harus untuk dikhawatirkan karena Obama telah mengajukan proposal untuk pembuatan arsitektur misil pertahanan baru di Eropa yang akan siap lebih cepat dengan teknologi militer yang lebih cangih dan akan menyuplai berbagai misil yang lebih baik, jauh berbeda dengan apa yang direncanakan oleh George W. Bush. Sistem pertahanan yang direncanakan oleh George W. Bush tidakbisa mengangkis misil jarak jauh dan sistem pencegatnya pun hanya untuk misil jarak menengah saja. Hal ini berbeda dengan sistem pertahanan yang diajukan oleh Obama[39].

BAB IV

KESIMPULAN

Demi memperbaiki diplomasi dengan Rusia, Presiden Obama membatalkan penempatan sistem radar dan anti rudal Amerika Serikat di Polandia dan Ceko. Ini kemenangan diplomatik bagi Rusia.

Tahun 2009 adalah akhir dari masa panjang aliansi erat Polandia-AS, yang berlangsung selama sembilan tahun. Awal 1990an, Amerika Serikat dan Polandia punya kepentingan sama. Kedua negara ingin menancapkan demokrasi di Eropa Tengah, sekaligus menggiring bagian timur benua ini ke dalam struktur politik dan ekonomi Eropa Barat. Sekarang, Polandia menjadi korban keberhasilannya sendiri. Eropa Tengah sudah stabil, Polandia masuk NATO dan Uni Eropa. Praktis tidak ada ancaman yang menakutkan lagi. Amerika Serikat tidak harus menjadi pelindung lagi dan punya masalah lebih besar di Afghanistan, di Iran, dengan China dan Israel.

Di lain sisi, dengan satu jurus saja, Rusia berhasil mendapat beberapa keuntungan sekaligus. Serdadu Amerika Serikat tidak muncul pada jarak 200 kilometer dari perbatasannya. Polandia yang dianggapnya bersikap bermusuhan sekarang direndahkan dan peran Moskow sebagai aktor di panggung internasional meningkat bobotnya. Sebagai imbalannya, Moskow akan menyetujui tuntutan Amerika Serikat untuk memberlakukan sanksi lebih ketat terhadap Iran. Rusia juga akan menyetujui pembatasan hulu ledak nuklir. Tapi ini harga yang terlalu murah bagi demikian banyak keuntungan yang didapat Rusia. Barack Obama tampaknya membayangkan dunia ajaib bebas senjata nuklir, tanpa negara-negara jahat dan tanpa terorisme. Tapi ia bisa keliru dengan gagasan-gagasan utopisnya.

Pembatalan Amerika Serikat untuk menempatkan sistem radar di Ceko dan sistem penangkal rudal di Polandia mengubah secara mendasar hubungan Amerika Serikat-Rusia. Langkah ini malah bisa dilihat sebagai sinyal pertama dari suatu ‘babak baru’ yang dicanangkan Washington. Juga sebagai perubahan haluan yang tegas dari politik George W Bush, yang sangat mendorong proyek penangkal rudal di Eropa. Ini merupakan alasan utama mengapa hubungan Amerika Serikat dan Rusia jadi demikian tegang. Moskow tidak percaya, bahwa Washington menjalankan proyek ini hanya untuk menghadapi ancaman nuklir dari Iran.

Namun ada asumsi bahwa sebetulnya Pemerintahan Obama dengan cerdik menjadikan proyek penangkis rudal sebagai kompromi. Ia tidak menyerah pada tuntutan Rusia. Ia juga tidak menghapus rencana itu sama sekali. Upaya membangun sistem penangkis rudal, yang bisa menghancurkan roket musuh sebelum mencapai tujuannya, adalah bagian penting dari strategi keamanan Barat. Ini logis, efektif dan perlu, sehubungan dengan ancaman dari negara-negara jahat. Dan negara-negara seperti Iran dan Korea Utara harus melihat, bahwa dalam upaya menetralkan sikap agresif mereka, tidak ada teknologi yang dikesampingkan.

DAFTAR PUSTAKA

Budiardjo, Miriam. 2008. Dasar-Dasar Ilmu Politik, Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.

Steans, Jill dan Llyod Pettiford. 2009. Hubungan Internasional: Perspektif dan Tema, Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Website :

http://en.rian.ru/analysis/20070425/64384966.html

http://indonesian.irib.ir/index.php?option=com_content&task=view&id=12240&Itemid=48

http://azizsutan.blogspot.com/2002_05_01_archive.html

http://www.antaranews.com/berita/1234050423/eropa-dalam-jangkauan-rudal-iran-kata-nato

http://static.rnw.nl/migratie/www.ranesi.nl/arsipaktua/amerika/as/harapan_dunia_obama081110-redirected

http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=1&jd=Obama+Siapkan+Peralihan&dn=20081107083731

http://news.bbc.co.uk/2/hi/europe/6720153.stm

http://politikinternational.wordpress.com/2009/09/18/rusia-puji-sikap-obama-yang-membatalkan-perisai-rudal-nuklir-di-eropa-timur/

http://www.russiatoday.ru/Top_News/2009-09-17/us-drops-anti-missile.html

http://www.dw-world.de/dw/article/0,,4705803,00.html

http://ja-jp.facebook.com/note.php?note_id=174230547566&ref=mf

http://www.dailyestimate.com/article.asp?id=10887

http://csis.org/files/publication/0903qus_russia.pdf

http://www.ceeisaconf.ut.ee/orb.aw/class=file/action=preview/id=166438/bossong.pdf

http://www.icds.ee/fileadmin/failid/Maria%20M%E4lksoo%20-%20EU2008.pdf

http://www.cer.org.uk/pdf/pb_TV_obama_russia_june09.pdf

http://www.academyofdiplomacy.org/programs/Merrill_Fellowship/Ponyaeva_2009.pdf

http://italy.usembassy.gov/pdf/other/RL34051.pdf

http://www.fas.org/sgp/crs/weapons/RL34051.pdf

http://www.carlisle.army.mil/library/bibs/SecurityStrategy07.pdf

http://www.libertas.bham.ac.uk/publications/Essays/Microsoft%20Word%20-%209%5B1%5D.11%20brought%20about%20a%20revolution%20in%20american%20foreign%20policy%20discuss.pdf

http://www.heritage.org/Research/RussiaandEurasia/upload/wm_2139.pdf

http://www.heritage.org/Research/BallisticMissileDefense/upload/wm_2512.pdf

http://www.heritage.org/Research/BallisticMissileDefense/upload/wm_2603.pdf

http://www.newsweek.com/id/215841

http://www.cnn.com/2009/POLITICS/07/06/obama.russia.issues/index.html

http://en.wikipedia.org/wiki/Anti-ballistic_missile

http://thinkprogress.org/2009/09/18/barnes-missile-defense/

http://www.acus.org/new_atlanticist/brent-scowcroft-supports-obamas-missile-defense-decision

http://www.cnn.com/2009/WORLD/meast/09/20/iran.khamenei.missiles/index.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Kebijakan_luar_negeri

http://www.foxnews.com/politics/2009/06/16/lawmakers-question-obamas-missile-defense-cuts/

http://www.newsmax.com/headlines/lieberman_missile_defense/2009/04/07/200623.html

http://blogs.abcnews.com/george/2009/09/mccain-calls-obamas-missile-defense-move-seriously-misguided-but-will-it-work-.html

http://www.msnbc.msn.com/id/32910142/ns/world_news-europe/ns/world_news-europe/

http://www.guardian.co.uk/world/2009/sep/17/missile-defence-shield-barack-obama

http://online.wsj.com/article/SB122654051563123143.html

http://www.defensenews.com/story.php?i=4296927

http://www.msnbc.msn.com/id/32937784

http://www.rferl.org/content/Obama_Missile_UTurn_Rocks_Central_Europe/1836044.html

http://www.missilethreat.com/archives/id.7086/detail.asp

http://news.bbc.co.uk/2/hi/8265190.stm

http://www.cnn.com/2009/POLITICS/09/18/missile.defense.shield/index.html

http://www.abc.net.au/news/stories/2009/07/07/2618529.htm

http://97.74.65.51/readArticle.aspx?ARTID=36344

http://www.thebulletin.org/web-edition/features/obamas-missile-defense-rethink-the-czech-reaction

http://online.wsj.com/article/SB10001424052970204518504574418563346840666.html

http://www.thedailybeast.com/blogs-and-stories/2009-07-06/obamas-russia-problem/2/

http://dichiya.wordpress.com/2006/06/29/opini-publik-dan-kebijakan-luar-negeri/

http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080916070325AAO86Ic

http://www.economist.com/world/europe/displaystory.cfm?story_id=14480416

http://news.stanford.edu/news/2009/september14/holloway-missile-qanda-091709.html

http://www.msnbc.msn.com/id/32925702/ns/world_news-europe/

http://www.nytimes.com/2009/09/19/world/europe/19shield.html

http://www.msnbc.msn.com/id/32900608/ns/politics-white_house/ns/politics-white_house/

http://archives.cnn.com/2001/ALLPOLITICS/12/13/rec.bush.abm/

http://www.nytimes.com/2007/03/15/world/europe/15iht-shield.4919630.html?_r=1

http://www.latimes.com/news/nationworld/world/la-fg-missile-defense19-2009sep19,0,2726164.story

http://www.spacewar.com/reports/US_Requests_Official_Talks_Over_Czech_Anti_Missile_Installation_999.html


[1] “Soal Jawab: Sistem Pertahanan Rudal AS”, http://ja-jp.facebook.com/note.php?note_id=174230547566&ref=mf, diakses tanggal 15 November 2009.

[2] “US anti-missile defense: The view from Poland”, http://www.dailyestimate.com/article.asp?id=10887, diakses tanggal 15 November 2009.

[3] “Rusia Puji Sikap Obama Yang Membatalkan Perisai Rudal Nuklir di Eropa Timur”, http://politikinternational.wordpress.com/2009/09/18/rusia-puji-sikap-obama-yang-membatalkan-perisai-rudal-nuklir-di-eropa-timur, diakses tanggal 15 November 2009.

[4] “Obama Siapkan Peralihan”, http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=1&jd=Obama+Siapkan+Peralihan&dn=20081107083731, diakses tanggal 15 November 2009.

[5] Miriam Budiardjo, Dasar-Dasar Ilmu Politik, (Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama, 2008), hal. 20-21.

[6] “Pengertian Kebijakan Luar Negeri?”, http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080916070325AAO86Ic, diakses 16 November 2009.

[7] “Kebijakan Luar Negeri, http://id.wikipedia.org/wiki/Kebijakan_luar_negeri, diakses 16 November 2009.

[8] Jill Steans dan Llyod Pettiford, Hubungan Internasional: Perspektif dan Tema, (Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2009), hal. 58-59.

[9] “Anti-ballistic missile”, http://en.wikipedia.org/wiki/Anti-ballistic_missile, diakses 16 November 2009.

[10] “Dunia, Under Siege”, http://azizsutan.blogspot.com/2002_05_01_archive.html, diakses 15 November 2009.

[11] “Dunia, Under Siege”, Ibid.

[12] “Dunia, Under Siege”, Ibid.

[13] “Dunia, Under Siege”, Ibid.

[14] “Dunia, Under Siege”, Ibid.

[15] “Dunia, Under Siege”, Ibid.

[16] “Dunia, Under Siege”, Ibid.

[17] “Anti-ballistic missiles: menace and myth”, http://en.rian.ru/analysis/20070425/64384966.html, diakses tanggal 15 November 2009.

[18] “Soal Jawab: Sistem Pertahanan Rudal AS”, Ibid.

[19] “Soal Jawab: Sistem Pertahanan Rudal AS”, Ibid.

[20] “Did 9/11 Really Bring About a Revolution in American Foreign

Policy?”, http://www.libertas.bham.ac.uk/publications/Essays/Microsoft%20Word%20-%209%5B1%5D.11%20brought%20about%20a%20revolution%20in%20american%20foreign%20policy%20discuss.pdf, diakses 17 November 2009.

[21] “Long-Range Ballistic Missile Defense in Europe”, http://italy.usembassy.gov/pdf/other/RL34051.pdf, diakses 17 November 2009.

[22] “Anti-ballistic missiles: menace and myth”, Ibid.

[23] “Q&A: US missile defence”, http://news.bbc.co.uk/2/hi/europe/6720153.stm, diakses 16 November 2009.

[24] “US Requests Official Talks Over Czech Anti-Missile Installation”, http://www.spacewar.com/reports/US_Requests_Official_Talks_Over_Czech_Anti_Missile_Installation_999.html, diakses 16 November 2009.

[25] “Obama’s missile defense rethink: The Czech reaction”, http://www.thebulletin.org/web-edition/features/obamas-missile-defense-rethink-the-czech-reaction, diakses 16 November 2009.

[26] Perbatasan Polandia dan Lithuania yang dimaksud adalah daerah Kalingrad, daerah Rusia yang berada dikawasan Eropa Timur.

[27] “Harapan Dunia Terhadap Obama”, http://static.rnw.nl/migratie/www.ranesi.nl/arsipaktua/amerika/as/harapan_dunia_obama081110-redirected, diakses 16 November 2009.

[28] “Soal Jawab: Sistem Pertahanan Rudal AS”, Ibid.

[29] “Rusia Puji Sikap Obama Yang Membatalkan Perisai Rudal Nuklir di Eropa Timur”, http://politikinternational.wordpress.com/2009/09/18/rusia-puji-sikap-obama-yang-membatalkan-perisai-rudal-nuklir-di-eropa-timur/, diakses 15 November 2009.

[30] “Russia: Won’t deploy missiles near Poland”, http://www.msnbc.msn.com/id/32925702/ns/world_news-europe/, diakses 17 November 2009.

[31] “Sistem Penangkal Rudal AS Batal ke Polandia”, http://www.dw-world.de/dw/article/0,,4705803,00.html, diakses 15 November 2009.

[32] Lihat pernyataan John McCain yang dimuat dalam http://blogs.abcnews.com/george/2009/09/mccain-calls-obamas-missile-defense-move-seriously-misguided-but-will-it-work-.html, artikel Senator Barnes yang dimuat dalam http://thinkprogress.org/2009/09/18/barnes-missile-defense/, dan pertanyataan dari Senator Lieberman yang dimuat dalam http://www.newsmax.com/headlines/lieberman_missile_defense/2009/04/07/200623.html, dan juga analisis akademisi oleh Nile Gardiner, Ph.D., and Sally McNamara dari “The Heritage Foundation” yang dimuat dalam http://www.heritage.org/Research/BallisticMissileDefense/upload/wm_2603.pdf.

[33] “Obama’s Missile Offense”, http://online.wsj.com/article/SB10001424052970204518504574418563346840666.html, diakses 17 November 2009.

[34] Pidato ini ditujukan sebagai bantahan terhadap banyaknya kritikan terhadap kebijakan yang diambil oleh Obama, untuk lebih lengkapnya pidato ini dimuat dalam http://www.defenselink.mil/speeches/speech.aspx?speechid=13.

[35] “Soal Jawab: Sistem Pertahanan Rudal AS”, Ibid.

[36] “Q&A: US missile defence”, Ibid.

[37] “Obama’s Missile Defense Surrender”, http://97.74.65.51/readArticle.aspx?ARTID=36344, diakses 16 November 2009.

[38] “Obama Missile-Defense U-Turn Rocks Central Europe”, http://www.rferl.org/content/Obama_Missile_UTurn_Rocks_Central_Europe/1836044.html, diakses 16 November 2009.

[39] “Obama scraps Bush-era missile defense for new plan”, http://www.cnn.com/2009/POLITICS/09/18/missile.defense.shield/index.html, diakses 16 November 2009.








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.