SAARC : SAFTA (2004-2006)

15 12 2009

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

    Kawasan Asia Selatan merupakan kawasan yang terdiri dari India, Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka, Nepal, Maldives, Bhutan, dan Afghanistan. Keseluruh Negara-negara tersebut memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia yang melimpah, namun sayangnya tidak dikelola secara baik yang mengakibatkan banyak kasus konflik horizontal yang bersifat ekonomi, politik, sosial, dan budaya di tiap-tiap negara tersebut.

    Secara umum gambaran dari kawasan Asia Selatan sering diwarnai dengan konflik internal maupun konflik eksternal, dimana sejarah membuktikan seperti pemisahan Pakistan dari India, pecahnya Pakistan Timur menjadi Bangladesh, permusuhan India dengan Pakistan, dan banyaknya militan-militan pendukung terorisme di tiap Bnegara-negara tersebut yang kerap kali mengakibatkan hilangnya nyawa penduduk sipil dan memperburuk keadaan ekonomi dari negara-negara tersebut.

    Berangkat dari konflik-konflik itulah dibutuhakn suatu organisasi regional untuk mewadahi tiap-tiap negara Asia Selatan demi mewujudkan kawasan yang terintegrasi dan demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang maksimal, kesejahteraan rakyatnya, dan perdamaian di tiap-tiap negara. Maka pada tanggal 8 Desember 1985 dibentuklah The South Asian Association for Regional Cooperation (SAARC). Demi untuk mempercepat investasi lintas-perbatasan di wilayah itu, yang akan memacu perkembangan ekonomi semua negara anggota, munculah “Kawasan Perdagangan Bebas Asia Selatan” atau South Asian Free Trade Area (SAFTA)[1].

    Negara-negara anggota SAARC mengharapkan bahwa dengan terciptanya suatu kawasan perdagangan bebas dapat membantu dan menolong mereka dalam aspek ekonomi terutama dalam era globalisasi seperti ini. Dengan adanya perdagangan bebas diharapkan dapat meningkatkan kegiatan perekonomian di kawasan regional Asia Selatan.

    Tertarik dengan latar belakang tersebut, maka tim penulis mencoba untuk mengangkat permasalahan tersebut dan menuangkannya dalam makalah dengan judul “SAARC : SAFTA (2004-2006)”.

    B. Identifikasi Masalah

      Berdasarkan latar belakang yang sudah diuraikan diatas, maka penulis mencoba untuk mengidentifikasi masalah yang menjadi topik pembahasan  dalam penulisan Organisasi dan Administrasi Internasional ini, yaitu :

      1. Bagaimana SAARC dalam menciptakan SAFTA di Asia Selatan?

      C. Pokok Masalah

        Tujuh negara anggota Asia Selatan pada saat KTT SAARC di Islamabad pada Januari 2004, dengan 1 Januari 2006 ditetapkan sebagai batas waktu untuk pelaksanaannya. Pakta perdagangan bebas yang bertujuan meningkatkan kerjasama perdagangan dan ekonomi antar-negara di Asia Selatan diberlakukan pada awal tahun baru itu, negara-negara anggota Perhimpunan Kerjasama Regional Asia Selatan telah melakukan apa yang dinamakan “‘kawasan perdagangan bebas terbesar di dunia, tetapi di sebuah kawasan yang masih dalam kemiskinan, pertumbuhan ekonomi minimum dan keterbelakangan.’”

        Disini perdagangan bebas di Asia Selatan dianggap sebagai salah satu penolong untuk memajukan kawasan regional ini untuk mencapai kesejahteraan dan meningkatnya pertumbuhan ekonomi. Dilain itu juga, pedagangan bebas dapat mengurangi tingkat kemiskinan dan keterpurukan dari negara-negara anggota SAARC.

        Maka dari itulah lahir SAFTA yaitu Kawasan Perdagangan Bebas Asia Selatan, yang diharapkan dapat mengakomodir harapan-harapan ekonomi dari negara-negara anggotanya. SAFTA juga berperan penting dalam menyatukan perekonomian Asia Selatan sehingga tercipta integrasi ekonomi yang maksimal di kawasan ini.[2]

        D. Tujuan penulisan

          Dengan menelaah judul penulisan Organisasi dan Administrasi Internasional di atas, dapatlah diketahui apa yang menjadi maksud dan tujuan penulisan ini.

          Maksud dari penulisan ini, yaitu :

          1. Untuk mengetahui profil mengenai SAARC;
          2. Untuk mengetahui pembentukan SAFTA oleh SAARC;
          3. Untuk mengetahui kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh SAFTA dalam rangka pembentukan perdagangan bebas di Asia Selatan.

          E. Ruang Lingkup dan Batasan

            Di dalam mengkaji perdagangan bebas di Asia Selatan yang dimotori oleh SAARC dengan pemberlakuan SAFTA, tim penulis membatasi ruang lingkup pada permasalahan ekonomi saja. Tim penulis membasi batasan pada kurun waktu 2004 sampai tahun 2006. Tim penulis mengawali dari tahun tersebut karena dibuatnya Kawasan Perdagangan Bebas Asia Selatan (SAFTA), dan mengakhiri pada tahun 2006 dimana ditetapkan sebagai batas waktu pelaksanaan dari SAFTA.

            BAB II

            DESKRIPSI UMUM

            SAARC

            THE SOUTH ASIAN ASSOCIATION FOR REGIONAL COOPERATION

            ASOSIASI KERJASAMA REGIONAL ASIA SELATAN

            A. Sejarah

              The South Asian Association for Regional Cooperation (SAARC) adalah sebuah organisasi ekonomi dan politik yang terdiri dari 8 negara di kawasan Asia Selatan. Mengenai hal kependudukan, organisasi ini meruapakan organisasi regional yang terbesar, dengan jumlah pendudukan hampir mencapai 1,5 miliar orang. Organisasi ini didirikan pada tanggal 8 Desember 1985 oleh India, Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka, Nepal, Maladewa, dan Bhutan. Pada bulan April 2007, tepatnya pada saat KTT SAARC yang ke-14, Afghanistan menjadi anggota dari organisasi ini yang ke-8.

              Pada akhir tahun 1970-an, presiden Bangladesh Ziaur Rahman mengusulkan untuk memciptakan suatu blok perdagangan yang terdiri dari negara-negara di Asia Selatan, dan ide kerjasama regional ini diperbincangkan kembali pada Mei 1980. Para Menteri Luar Negeri dari 7 negara bertemu untuk pertama kalinya di Kolombo, pada bulan Agustus 1981 untuk memperkenalkan 5 area dalam kerjasama regional. Beberapa area kerjasama yang baru akan ditambahkan pada beberapa tahun ke depannya.

              Tujuan dari SAARC yang sebagaimana tercantum pada piagam adalah :

              • Untuk memajukan kesejahteraan dari rakyat-rakyat Asia Selatan dan untuk meningkatkan kualitas kehidupannya;
              • Untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, perkembangan sosial dan perkembangan kebudayaan di kawasan dan menyediakan untuk tiap-tiap individu untuk hidup bermatabat and untuk menyarinya bahwa mereka penuh dengan potensi;
              • Untuk memajukan dan memperkuat kepercayaan diri secara kolektif di antara negara-negara Asia Selatan;
              • Untuk memperbesar rasa saling kepercayaan, pemahaman, dan pengertian dari tiadari setiap masalah;
              • Untuk memajukan kerjasama yang aktif dan rasa saling menolong dalam perekonomian, sosial, kebudayaan, dan kajian riset dan teknologi;
              • Untuk memperkuat kerjasama dengan negara berkembang lainnya;
              • Untuk memperkuat kerjasama di antara anggota dalam forum internasional mengenai hal yang sedang terjadi;
              • Untuk bekerjasama dengan organisasi internasional dan regional yang memiliki target dan tujuan yang sama.

              Deklarasi dari SAARC disetujui pada tahun 1983 oleh para Menteri Luar Negeri. Selama pertemuan itu, para Menteri Luar Negeri juga memperkenalkan beberapa program bersama yang dikenal dengan Integrated Programme of Action (IPA), program kerjasama ini meliputi 9 area yang disetujui, yaitu Agrikultur; Pembangunan Daerah Pedalaman; Telekomunikasi; Meteorologi; Kesehatan dan Kependudukan; Transportasi; Pos; Ilmu dan Teknologi; Olahraga; Seni dan Kebudayaan. SAARC didirikan ketika piagam secara resmi disetujui pada tanggal 8 Desember 1985 oleh para Kepala Negara dari Bangladesh, Bhutan, India, Maladewa, Nepal, Pakistan, dan Sri Lanka.

              Afghanistan ditambahkan pada kelompok kawasan ini atas permintaan dari India pada tanggal 13 November 2005, dan menjadi anggota pada tanggal 3 April 2007. Dengan masuknya Afghanistan menjadikan anggota SAARC menjadi 8 negara. Dan pada April 2006, Amerika Serikat dan Korea Selatan secara resmi diterima sebagai peninjau. Uni Eropa juga menunjukan keinginannya untuk memberikan peninjauan dan mengajukannya secara resmi pada pertemuan Kementerian SAARC pada bulan Juli 2006. Para Menteri Luar Negeri negara-negara SAARC setuju untuk memberikan izin peninjauan terhadap Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Uni Eropa pada tanggal 2 Agustus 2006. Pada tanggal 4 Maret 2007, Iran mengajukan diri sebagai peninjau yang selanjutnya di ikuti oleh Mauritius.

              B. Sekretariat

                Sekretariat SAARC didirikan di Kathmandu pada tanggal 16 Januari 1987 dan diresmikan oleh Raja Nepal Birendra Bir Bikram Shah.

                Diketuai oleh Sekretaris Jenderal yang ditetapkan oleh Dewan Kementerian dari negara-negara anggota yang berdasarkan secara alfabetis dengan masa 3 tahun jabatan. Sekretaris Jendral dibantu oleh Staf Profesional dan Pelayanan Umum, beberapa unit fungsi yang bernama Divisi Penugasan, dan ketua dari utusan negara anggota. Sekretariat menyerasikan dan memantau implementasi dari aktifitas, persiapan dan pelayanan untuk pertemuan, dan menyediakan saluran komunikasi antara SAARC dengan anggotanya dan juga dengan organisasi regional lainnya.

                Dalam beberapa pertemuan terakhir, para ketua negara dari negara-negara anggota SAARC telah menentukan langkah-langkah yang penting dan insiatif yang kuat untuk memperkuat organisasi ini dan untuk memperlebar serta memperdalam kerjasama regional.

                Sekretariat SAARC dan negara-negara anggotanya menghormati tanggal 8 Desember sebagai hari Piagam SAARC.

                Berikut adalah daftar Sekretaris Jenderal di SAARC :

                1. Abul Hasan (Bangladesh), 16 Januari 1987 – 15 Oktober 1989
                2. Khan Kisore Bhargava (India), 17 Oktober 1989 – 31 Desember 1991
                3. Ibrahim Hussain Zakri (Maladewa), 1 Januari 1992 – 31 Desember 1993
                4. Yadav Kant Silwal (Nepal), 1 Januari 1994 – 31 Desember 1995
                5. Naeem U. Hassan (Pakistan), 1 Januari 1996 – 31 Desember 1998
                6. Nihal Rodrigo (Sri Lanka), 1 Januari 1999 – 10 Januari 2002
                7. Q. A. M. A. Rahim (Bangladesh), 11 Januari 2002 – 28 Februari 2005
                8. Lyonpo Chenkyab Dorji (Bhutan), 1 Maret 2005 – 29 Februari 2008
                9. Sheel Kant Sharma (India), 1 Maret 2008 – Sekarang.

                C. Kritikan

                Ketidakmampuan SAARC menjalankan peranannya dalam mempersatukan Asia Selatan kerap kali disangkutkan dengan persengketaan politik dan militer antara India dan Pakistan. Dan karena alasan persengketaan ekonomi, politik, dan perbatasan di Asia Selatan, negara-negara anggotanya tidak dapat memanfaatkan keuntungan dari integrasi ekonomi di kawasan ini. Selama bertahun-tahun, peranan SAARC di Asia Selatan hanya sekedar wadah untuk pertemuan tahunan anggota-anggotanya.

                D. Keanggotaan

                  1. Anggota Tetap
                  • § Republik Islam Afghanistan
                  • § Republik Rakyat Bangladesh
                  • § Kerajaan Bhutan
                  • § Republik India
                  • § Republik Maladewa
                  • § Republik Demoktarik Federal Nepal
                  • § Republik Islam Pakistan
                  • § Republik Sosialis Demokratis Sri Lanka
                  1. Anggota Peninjau
                  • § Amerika Serikat
                  • § Australia
                  • § China
                  • § Iran
                  • § Korea Selatan
                  • § Jepang
                  • § Mauritius
                  • § Myanmar
                  • § Uni Eropa

                  2. Anggota Kedepannya

                  • § Republik Rakyat China telah menunjukan keinginannya untuk bergabung dengan SAARC. Sementara Pakistan dan Bangladesh mendukung keingingan China ini, India enggan untuk membicarakan prospek keanggotaan China, dan juga Bhutan disini malah tidak memiliki hubungan diplomatik dengan China. Walaupun pada KTT Dhaka 2005, India setuju untuk menjadikan China sebagai anggota peninjau dengan Jepang. Pada KTT ke-14, Nepal bersama dengan Pakistan mengumumkan dukungannya terhadap keanggotaan China. China menunjukan keinginannya untuk lebih terlibat di SAARC, walaupun terlalu awal untuk mendaftarkan sebagai anggota tetap.
                  • § Indonesia berniat untuk menjadi peninjau dan didukung oleh Sri Lanka.
                  • § Republik Islam Iran, sebuah negara yang berbatasan langsung dengan 2 anggota negara SAARC, yang secara kebudayaan, ekonomi, dan politik berhubungan dengan Afghanistan, Pakistan, India, dan Bangladesh ini menunjukan keinginannya untuk menjadi anggota dari organisasi ini. Pada tanggal 22 februari 2005, Menteri Luar Negeri Iran, Kamal Kharazzi, menunjukan keinginan Iran untuk bergabung dengan SAARC dengan berkata bahwa negaranya mampu melengkapi kawasan ini dengan “Hubungan Timur dan Barat”. Pada tanggal 3 Maret 2007, Iran mengajukan diri sebagai peninjau.
                  • § Federasi Rusia berniat untuk menjadi peninjau yang didukung oleh India.
                  • § Myanmar telah menunjukan keinginannya untuk menjadi anggota tetap SAARC. Jika ini terkabulkan, maka Myanmar akan menjadi anggota ke-9 dalam organisasi ini. Belakangan ini, India mendukung Myanmar atas usulannya.
                  • § Republik Afrika Selatan telah berpartisipasi dalam beberapa pertemuan.[3]

                  BAB III

                  PEMBAHASAN

                  SAFTA

                  SOUTH ASIAN FREE TRADE AREA

                  KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS ASIA SELATAN

                  A. Pengertian Teoritis

                    Pengertian kawasan perdagangan bebas dalam dunia perdagangan internasional menurut Black’s Law Dicitionary, pengertian Free Trade Area atau kawasan perdagangan bebas adalah sebagai berikut :

                    “A duty-free area within a country to promote commerce, esp. transshipment and processing, without entering into the country’s market”.

                    (sebuah area/kawasan didalam suatu negara yang diperuntukan bagi memajukan perdagangan, terutama dalam hal pengangkutan dan pemprosesannya, tanpa harus masuk ke dalam pasar dari suatu negara)

                    Dalam Kyoto Convention 1999, Specific Annex I, Annex Concerning Free Zones, Chapter 2 merumuskan Free Zones sebagai berikut :

                    1. Definisi

                    Zona bebas adalah wilayah suatu negara yang berada diluar daerah pabean, sepanjang menyangkut pengenaan bea cukai dan pajak impor.

                    2. Jenis

                      Kawasan bebas dapat terdiri dari satu atau dua jenis sebagai berikut :

                      1. Kawasan komersial untuk kegiatan perdagangan yang kegiatannya terbatas hanya untuk pengiriman barang.
                      2. Kawasan industri untuk kegiatan industri yang memungkinkan kegiatan pemprosesan.
                      3. Kegiatan setaip pihak yang berhak menggunakan gudang pabean, dapat melakukan kegiatan :
                        • Pemeriksaan barang; pengambilan contoh, pemeliharaan barang dan rangkaian kegiatan yang wajar dalam melakukan persiapan pengiriman barang.
                        • Jika pihak yang berwenang mengizinkan dilakukannya pengolahan maka harus disebutkan jenis pemprosesan atau manufaktur yang barang kebutuhannya memperoleh pembebasan pungutan bea cukai dan pajak yang berlaku di seluruh kawasan, atau hanya pada prusahaan yang memperoleh izin melakukan kegiatan tersebut.[4]

                      B. Sejarah

                        South Asian Free Trade Area (SAFTA) adalah suatu langkah transisi yang kemudian diarahklan pada pasar bersama dan integrasi ekonomi. Pada tahun 1995, sidang ke-16 Dewan Kementerian setuju untuk berjuang merealisasi SAFTA, dan dirancang pada tahun 1996 sebagai langkah yang penting untuk kemajuan dari kawasan perdagangan bebas oleh grup ahli antar pemerintahan dari negara-negara anggota atau Inter-Governmental Expert Group (IGEG). Pada KTT ke-10 di Kolombo pada tanggal 29-31 Juli 1998, memutuskan untuk membangun komite yang terdiri dari beberapa staf ahli yang disebut dengan Committee of Experts (COE) yang bertugas untuk membuat draf yang meliputi berbagai aspek untuk menciptakan kawasan perdagangan bebas diantara negara-negara anggota, juga sebagai pertimbangan asimetri dalam pembangunan regional dan menghasilkan pemikiran untuk pengurusan yang realistis dalam rangka mencapai tujuan.[5]

                        Sebenarnya Para menlu negara SAARC telah menetapkan perjanjian untuk membentuk Kawasan Perdagangan Bebas Asia Selatan pada akhir 2001, kata Menlu Nepal Madhuraman Acharya. Kawasan perdagangan bebas itu semula akan mulai diterapkan pada tahun 2000, tetapi kemudian ditunda pada akhir 2001.[6]

                        Draf perjanjian SAFTA yang dirancang oleh COE ditandatangani pada tanggal 6 Januari 2004 sewaktu KTT SAARC ke-14 di Islamabad. Perjanjian ini akan dilaksanakan pada tanggal 1 Januari 2006. Sementara itu, catatan produk yang sensitif, aturan-aturan perihal asal, dan bantuan teknis dan mekanisme kompensasi untuk kerugian bagi negara-negara anggota yang kurang berkembang masih dalam proses negosiasi.[7]

                        Dibawah program pembebasan perdagangan yang dijadwalkan selesai pada 10 tahun ke depan tepatnya pada tahun 2016, bea masuk produk dari negara-negara dikawasan tersebut akan dikurangi secara bertahap. Akan tetapi, sebelum perjanjian ini masuk ke batas akhirnya negara-negara yang kurang berkembang, India, Pakistan, dan Sri Langka akan mengurasi bea masuk sebesar 0-5% pada 1 Januari 2009 dari produk yang akan masuk ke negara-negara anggota. negara-negara yang kurang berkembang mengharapkan keuntungan dari tambahan akan perbedaan perjanjian yang sesuai dengan butir di perjanjian SAFTA.[8]

                        SAFTA mengharuskan negara berkembang di Asia Selatan yaitu India, Pakistan dan Sri Lanka untuk menurunkan bea masuk menjadi 20 persen dalam waktu dua tahun sampai dengan 2007. Dalam dalam waktu lima tahun 20 persen bea masuk akan diturunkan menjadi kosong (bebas) yang akan di lakukan secara bertahap setiap tahunnya sampai tahun 2012. Pada negara-negara terbelakang di Asia Selatan yaitu Nepal, Bhutan, Bangladesh dan Maladewa akan diberi tambahan selama tiga tahun untuk membebaskan bea masuk dan akan mengurangi kewajiban bea mereka hingga 30% pada akhir 2007 dan hingga 0-5% pada akhir tahun 2015[9]. Pakistan telah menandatanganinya akan tetapi belum mulai melaksanakanya. Dan ada harapan India akan memulainya sekitar tahun 2008.[10]

                        Setelah berakhirnya tahun 2007, India, Pakistan, Sri Lanka atau negara yang lebih maju di antara negara-negara anggota SAARC akan menurunkan tarifnya dari 30% menjadi 0% dalam lima tahun sedangkan negara-negara yang lebih miskin akan melakukan hal yang sama dalam waktu delapan tahun. Perdana Menteri India Manmohan Singh menyatakan, implementasi SAFTA akan menaikkan tingkat perdagangan intra-regional dari 6 miliar menjadi US$14 miliar per tahunnya. [11]

                        C. Program Liberalisasi Pasar

                          Didalam Perjanjian SAFTA Article 7 disebutkan beberapa program dasar liberalisasi pasar, yaitu :

                          1. Negara-negara anggota yang menyetujui jadwal penurunan tarif berikut ini :

                          a. Penurunan tarif bagi negara yang tidak termasuk kelompok negara tidak berkembang dari tingkat tarif semula sampai 20% dalam jangka waktu 2 tahun, dari tanggal berlakunya persetujuan. Negara-negara anggota di dorong untuk mengambil pengurangan dalam pembayaran tahunan yang sama. Bilamana tingkat tarif sesudah resmi diberlakukan secara aktual dibawah 20%, akan ada penurunan tahunan pada basis margin preferensi 10% pada tingkat tarif aktual setiap 2 tahun.

                          b.Penurunan tarif oleh negara-negara anggota kurang berkembang dari tarif yang berlaku sekarang akan menjadi 30% dalam jangka waktu 2 tahun sejak perjanjian berlaku efektif. Bilamana tarif aktual sewaktu perjanjian berlaku efektif berada dibawah 30% akan ada penurunan tahunan pada basis prefensi sebesar 5% atas tingkatan tarif aktual setiap 2 tahun.

                          c. Penurunan tarif berikutnya oleh negara-negara yang tidak termasuk kelompok negara tidak berkembang dari 20% atau dibawah 0-5% akan diberlakukan dalam jangka waktu 5 tahun, dimulai dari tahun ketiga berlakunya peraturan perjanjian. Namun, penurunan tarif berikutnya oleh Sri Lanka akan menjadi 6 tahun. Negara-negara anggota didorong untuk mengambil penurunan tahunan yang seimbang, tapi tidak kurang dari 15% pertahunnya.

                          1. Penurunan tarif berikutnya oleh negara-negara kurang berkembang dari 30% atau dibawah 0-5% akan diberlakukan kedua kalinya dalam waktu 8 tahun sejak tanggal peraturan diberlakukan.
                          2. Jadwal penurunan tarif diatas tidak akan menghalangi negara anggota untuk segera menurunkan tarif mereka ke 0-5% atau percepatan penurunan tarif.

                          3. a.Negara-negara anggota tidak akan memberlakukan liberalisasi program perdagangan pada paragraf 1 diatas, kepada tatanan tarif yang dimasukan dalam daftar sensitif yang akan dirundingkan oleh negara-negara anggota (negara berkembang dan yang tidak berkembang) dan disatukan dalam persetujuan ini sebagai bagian integral dalam persetujuan ini sebagai bagian integral. Jumlah produk dalam daftar sensitif akan menjadi batasan maksimum untuk secara bersama-sama disetujui oleh negara-negara anggota dengan flexibilitas kepada negara-negara kurang berkembang guna mencari pengambilan nilai sehubungan kepentingan produk ekspor mereka.

                          b.Daftar sensitif akan ditinjau ulang setiap empat tahun atau lebih dini yang mungkin diputuskan oleh Dewan Kementerian, seperti tertera dibawah artikel 10 dengan tujuan mengurangi daftar barang-barang pada daftar sensitif.

                          1. Negara-negara anggota akan memberitahukan Sekretariat SAARC semua tindakan non-tarif dan para-tarif perdagangan mereka pada basis tahunan. Tindakan yang diumumkan akan ditinjau ulang oleh komite para ahli, seperti tertera dibawah artikel 10, pada rapat-rapat reguler mereka untuk mengkaji relevansinya dengan syarat-syarat WTO. Komite ahli akan merekomendasikan penghapusan atau mengimplementasikan tindakan yang tidak secara memaksa agar memfasilitasi perdagangan antar SAARC.
                          2. Semua anggota akan menghapus semua batasan jumlah, kecuali diperbolehkan oleh GATT 1994, sehubungan produk-produk yang dimasukan dalam program liberalisasi perdagangan.
                          3. Dalam hal ketetapan yang tertuang didalam paragraf 1 dalam artikel ini. Negara-negara yang kurang berkembang akan mengurangi tarif mereka 0-5% untuk produk-produk mereka dalam jangka waktu 3 tahun sejak tanggal berlakunya persetujuan.[12]

                          D. Instrumen

                            Perjanjian SAFTA akan mengimplementasikan kebijakan-kebijakan sesuai dengan instumen dibawah ini :

                            1. Program Liberalisasi Perdagangan
                            2. Peraturan Masing-Masing Negara
                            3. Perjanjian Institusi
                            4. Konsultasi dan Prosedur Penyelesaian Perselisihan
                            5. Undang-Undang Usaha Perlindungan
                            6. Instrumen lainnya yang dikemudian hari akan dikaji.[13]

                            E. Komponen[14]

                            1. Tarif[15]
                            2. Para-Tarif[16]
                            3. Undang-Undang Non-Tarif
                            4. Undang-Undang Perdagangan Langsung

                            BAB IV

                            PENUTUP

                            KESIMPULAN

                            Dengan komitmen untuk memperkuat kerjasama dibidang perekonomian intra SAARC dan untuk kemaksimalkan potensi regional untuk perdagangan dan pembangunan yang sangat berguna bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan negara-negara anggota, maka menurut tim penulis kawasan perdagangan bebas di Asia Selatan sangat bermanfaat dan sangat mendukung kegiatan perekonomian dinegara kawasan tersebut. Terlebih lagi India yang saat ini mengalami ledakan ekonomi yang sangat besar sangat menunjang negara-negara di Asia Selatan lainnya untuk melakukan gebrakan yang sama didalam bidang perekonomian internasional yang bisa diakomodir oleh suatu badan yang menangani perdagangan bebas di kawasan Asia Selatan.

                            Dengan itulah SAFTA lahir yang berfungsi sebagai “fasilitator” untuk memajukan kawasan regional Asia Selatan dan juga mempercepat laju tingkat pertumbuhan ekonomi dari negara-negara anggota, selain itu juga SAFTA dapat mengundang para investor asing yang ingin menanamkan modalnya di negara-negara anggota SAARC. Hal ini terbukti dengan meningkatnya iklim investasi asing di India.

                            Akhir kata bahwa Perjanjian SAFTA dirancang untuk mendorong kerja sama ekonomi dan perdagangan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan itu.

                            DAFTAR PUSTAKA

                            Kuroda, Haruhiko. Kebangkitan Regionalisme Asia. Metro Manila : ADB, 2008.

                            Samuelson, Paul A. Dan William D. Nordhaus. Makro-Ekonomi. Jakarta : Penerbit Erlangga, 1994.

                            Website :

                            http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080730231628AA1C2oM

                            http://en.wikipedia.org/wiki/South_Asian_Association_for_Regional_Cooperation

                            http://one.indoskripsi.com/node/6085

                            http://www.encyclo.co.uk/define/Para-tariff

                            http://www.kapanlagi.com/h/0000090062.html

                            http://www.kapanlagi.com/h/0000093143.html

                            http://www.kapanlagi.com/h/0000096821.html

                            http://www.saarc-sec.org/data/agenda/economic/safta/SAFTA%20AGREEMENT.pdf

                            http://www.saarc-sec.org/?t=2.1.6

                            http://www.sinarharapan.co.id/berita/0201/02/lua01.html


                            [1] “Kesepakatan Perdagangan Asia Selatan Tawarkan Harapan”, http://www.kapanlagi.com/h/0000090062.html, diakses tanggal 16 Mei 2009.

                            [2] Harukiko Kuroda, Kebangkitan Regionalisme Asia, (Metro Manila : ADB, 2008), hal. 61.

                            [3] “South Asian Association for Regional Cooperation”,  http://en.wikipedia.org/wiki/South_Asian_Association_for_Regional_Cooperation, diakses tanggal 16 Mei 2009.

                            [4] “GAAT dan WTO”, http://one.indoskripsi.com/node/6085, diakses tanggal 17 Mei 2009.

                            [5] “South Asia Economic Union”, http://www.saarc-sec.org/?t=2.1.6, diakses tanggal 16 Mei 2009.

                            [6] “India dan Pakistan Hadiri Pertemuan SAARC”, http://www.sinarharapan.co.id/berita/0201/02/lua01.html, diakses tanggal 16 Mei 2009.

                            [7] “SAFTA”, http://www.saarc-sec.org/?t=2.1.6, diakses tanggal 16 Mei 2009.

                            [8] “South Asia Free Trade Area”, http://www.saarc-sec.org/?t=2.1.6, diakses tanggal 16 Mei 2009.

                            [9] “Pakta Perdagangan Bebas SAARC Diberlakukan”, http://www.kapanlagi.com/h/0000096821.html, diakses tanggal 16 Mei 2009.

                            [10] “Yahoo Answer! SAFTA”, http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080730231628AA1C2oM, diakses tanggal 16 Mei 2009.

                            [11] “Perjanjian Perdagangan Asia Selatan Rampung”, http://www.kapanlagi.com/h/0000093143.html, diakses tanggal 14 Mei 2009.

                            [12] “Agreement on South Asia Free Trade Area Article 7”, http://www.saarc-sec.org/data/agenda/economic/safta/SAFTA%20AGREEMENT.pdf, diakses tanggal 16 Mei 2009.

                            [13] “Agreement on South Asia Free Trade Area Article 4”, http://www.saarc-sec.org/data/agenda/economic/safta/SAFTA%20AGREEMENT.pdf, diakses tanggal 16 Mei 2009.

                            [14] “Agreement on South Asia Free Trade Article 6”, http://www.saarc-sec.org/data/agenda/economic/safta/SAFTA%20AGREEMENT.pdf, diakses tanggal 16 Mei 2009.

                            [15] Tarif (tariff bea masuk) adalah cukai atau pajak yang dikenakan atas tiap unit komoditi yang diimpor. Paul A. Samuelson dan William D. Nordhaus, Makro-Ekonomi, (Jakarta : Penerbit Erlangga, 1994), hal. 496.

                            [16] Para Tarif adalah biaya tambahan yang dikenakan kepada barang impor namun bukan dalam bentuk pajak atau bea masuk. “What Does ‘Para-Tariff’ Mean?”, http://www.encyclo.co.uk/define/Para-tariff, diakses tanggal 17 Mei 2009.

                            About these ads

                            Aksi

                            Information

                            One response

                            24 12 2009
                            dir88gun

                            Assalamu alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

                            Wahai Saudaraku di seluruh penjuru dunia maya,

                            Akhirnya tahun baru telah tiba…

                            Tahun penentuan, apakah kita akan tetap jatuh terpuruk semakin jauh ke dalam kubangan kehinaan,

                            Ataukah kita akan bangkit berhijrah menuju ke arah datangnya cahaya kemenangan di depan.

                            Baca selengkapnya di

                            http://dir88gun0w.blogspot.com/2009/12/happy-new-year.html

                            —————————————————–

                            INDONESIA GO KHILAFAH 2010

                            “Begin the Revolution with Basmallah”

                            Tinggalkan Balasan

                            Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

                            WordPress.com Logo

                            You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

                            Twitter picture

                            You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

                            Facebook photo

                            You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

                            Google+ photo

                            You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

                            Connecting to %s




                            Ikuti

                            Get every new post delivered to your Inbox.

                            %d bloggers like this: