Jerman : Hubungan Internasional Kawasan Uni Eropa

15 12 2009

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

    Kawasan Eropa merupakan kawasan yang terdiri dari beberapa negara. Secara keseluruhan negara-negara di kawasan ini merupakan negara-negara dengan pendapatan yang tinggi, dengan kata lain negara-negara yang berada di kawasan Eropa merupakan negara-negara yang maju, baik di bidang ekonomi maupun di bidang-bidang lainnya.[1]

    Secara geografis Eropa di bagi menjadi 5 bagian yaitu, utara, timur, selatan, barat, dan tengah, walaupun dalam beberapa sumber kerap kali Eropa bagian tengah tidak dicantumkan dan dimasukan dalam Eropa bagian barat (contohnya Jerman)[2].

    Jerman adalah sebuah negara di Eropa Tengah. Negara ini merupakan negara dengan posisi ekonomi dan politik yang penting di Eropa dan secara terbatas di tingkat dunia. Jerman dikenal dengan penguasaan teknologi maju, khususnya dalam bidang industri kendaraan bermotor dan alat-alat presisi.[3]

    Jerman merupakan negara yang sangat diperhitungkan dalam percaturan politik internasional, selain karena merupakan salah satu negara maju di Eropa, negara ini memegang peranan yang sangat penting karena hampir pada semua sejarah perkembangan peradaban manusia (terutama pada perang dunia I dan II).

    Tertarik dengan latar belakang tersebut, maka penulis mencoba untuk mengangkat permasalahan tersebut dan menuangkannya dalam makalah dengan judul “Hubungan Internasional Kawasan Uni Eropa : Republik Federal Jerman”.

    B. Identifikasi Masalah

      Berdasarkan latar belakang yang sudah diuraikan diatas, maka penulis mencoba untuk mengidentifikasi masalah yang menjadi topik pembahasan  dalam penulisan Hubungan Internasional Kawasan Uni Eropa ini, yaitu :

      1. Bagaimana profil negara Jerman?
      2. Bagaimana kehidupan bernegara dan berbangsa di negeri Jerman?
      3. Bagaimana politik luar negeri Jerman terutama dalam Uni Eropa?

      C. Pokok Masalah

        Jerman merupakan negara besar di kawasan Eropa yang kaya akan sejarah, sehingga menempatkan dirinya sebagai negara yang di segani oleh negara-negara lain. Kita dapat lihat dalam sejarah perkembangan modern bahwa Jerman merupakan negara pemicu terjadinya perang dunia I dan II. Pada masa lalu negara ini pun memiliki kekasairan ultranasionalis yang sangat agresor pada masanya, yaitu kekaisaran Prussia.[4]

        Setelah usai perang dunia II, negeri ini pun terpecah menjadi dua negara yang merdeka, yaitu Jerman Barat yang dipengaruhi oleh aliran liberalisme-kapitalisme sebagai negara yang berada di bawah kendali Amerika Serikat, dan Jerman Timur yang dipengaruhi oleh aliran sosialisme-komunisme sebagai negara yang berada di bawah kendali Uni Soviet.

        Seiring dengan runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1990, Jerman Barat dan Jerman Timur melakukan unifikasi sehingga muncul negara Jerman yang kita kenal pada saat ini, hal ini ditandai dengan penghancuran tembok Berlin.[5]

        Dengan melawati beberapa tahan sejarah, penulis akan mencoba untuk menggambarkan negara Jerman pada saat ini dari berbagai sudut pandang dan pokok masalah.

        D. Tujuan Penulisan

          Dengan menelaah judul penulisan Organisasi dan Administrasi Internasional di atas, dapatlah diketahui apa yang menjadi maksud dan tujuan penulisan ini.

          Maksud dari penulisan ini, yaitu:

          1. Untuk mengetaui sejarah negara Jerman;
          2. Untuk mengetaui profil negara Jerman;
          3. Untuk mengetaui kehidupan berbangsa dan berbangsa negeri Jerman.

          BAB II

          PROFIL

          • Republik Federal Jerman

          Negara                         : Federasi berdasarkan demokrasi parlementer sejak tahun 1949.

          Ibu kota                       : Berlin, 3,4 juta penduduk.

          Bendera kebangsaan   : Tiga garis horizontal berwarna hitam, merah, emas.

          Lambang negara          : Burung elang.

          Lagu kebangsaan     : Bait ketiga syair Das Lied der Deutschen (Lagu Orang Jerman) karangan August Heinrich Hoffmann von Fallersleben; melodinya diambil dari Kaiserhymne gubahan Joseph Haydn.

          Hari raya nasional       : 3 Oktober, Hari Persatuan Jerman.

          Parlemen                     : Bundestag (Masa legislasi ke-16: 613 anggota).

          Zona waktu                 : MET/MEST.

          Mata uang                   : Jerman termasuk zone Euro, 1 Euro = 100 sen.

          Kode telepon              : +49.

          Sufiks alamat internet : .de (termasuk ke-10 domain utama yang paling tenar).

          Bahasa resmi               : Bahasa Jerman. Seratus juta orang memakai bahasa Jerman

          sebagai bahasa ibu. Bahasa yang merupakan bahasa ibu bagi

          jumlah penduduk terbesar di Uni Eropa ialah bahasa Jerman.[6]

          • Geografi

          Letak                           : Eropa Tengah.

          Luas                            : 357.021 km2.

          Perbatasan                   : 3.757 km.

          Garis pantai                 : 2.389 km.

          Negara tetangga          : Jerman terletak di jantung Eropa dan dikelilingi sembilan

          negara tetangga Perancis, Swis, Austria, Cekia, Polandia,

          Denmark, Belanda, Belgia, Luksemburg.

          Gunung tertinggi         : Zugspitze 2.963 m.

          Sungai terpanjang       : Rhein 865 km, Elbe 700 km, Donau 686 km.

          Kota-kota terbesar      : Berlin 3,4 juta penduduk, Hamburg (1,8 juta), München

          (1,3 juta), Köln (1,0 juta), Frankfurt am Main (662.000).

          Struktur lanskap     : Dari Laut Utara dan Laut Baltik hingga Pegunungan Alpen di sebelah selatan, struktur geografis Jerman terbagi dalam dataran Jerman Utara, ambang bukit barisan, daerah bukit barisan berteras di Jerman bagian barat daya, daerah kaki Pegunungan Alpen di Jerman Selatan, dan Pegunungan Alpen Bavaria.

          Iklim                            : Zone iklim sedang bersifat kelautan/kontinental, cuaca sering

          berubah-ubah, arah angin terutama dari barat.[7]

          • Penduduk

          Jumlah penduduk                    : Jerman merupakan negara berpenduduk paling banyak di UniEropa dengan 82,5 juta jiwa, (42,0 juta di antaranya perempuan). Sekitar 7,3 juta orang asing tinggal di Jerman (8,8 persen dari jumlah penduduk total),1,7 juta di antaranya orang Turki.

          Kepadatan penduduk             : Dengan 231 penduduk per kilometer persegi, Jerman   tergolong negara-negara Eropa yang paling padat penduduknya.

          Kelahiran                                 : Rata-rata 1,3 anak per perempuan.

          Pertumbuhan penduduk          : – 0,1%.

          Struktur usia                            : 14% di bawah 15 tahun, 20% di atas 65 tahun.

          Usia harapan hidup                 : Dengan angka usia harapan hidup rata-rata 77 tahun untuk laki-laki dan 82 tahun untuk perempuan (kelahiran 2006), Jerman melampaui angka rata-rata di negara anggota OECD.

          Tingkat urbanisasi                   : 88% dari penduduk Jerman tinggal di kota atau di sentra konglomerasi. Di Jerman terdapat 82 kota dengan jumlah penduduk melebihi 100.000 jiwa.

          Agama                                     : Hampir 53 juta orang menganut agama Kristen (umat Kristen Katolik 26 juta/Protestan 26 juta/Ortodoks 990.000). 3,3 juta orang beragama Islam, selebihnya ada penganut agama-agama Buddha 230.000 orang, Yahudi 100.000 orang, Hindu 90.000 orang. Konstitusi menjamin kebebasan berpikir dan mengikuti hati nurani serta kebebasan beragama. Tidak ada gereja negara.

          Imigrasi                                   : Undang-Undang Imigrasi yang berlaku sejak tahun 2005 mengatur penerimaan pendatang yang bukan pengunjung.[8]

          BAB III

          SEJARAH

          Negara Jerman terletak di antara aliran beberapa sungai besar yang sejak ribuan tahun menjadi tempat bermukim beraneka ragam masyarakat. Fosil Homo heidelbergensis dan Homo neanderthalensis ditemukan di daerah lembah dekat aliran sungai. Pada periode yang lebih modern ditemukan peninggalan dari manusia Cro-Magnon dari Zaman Es. Peninggalan-peninggalan peradaban Zaman Batu dan Zaman Perundagian juga ditemukan di banyak tempat.

          Selanjutnya, di bagian tengah dan selatan Jerman banyak ditemukan sisa-sisa kebudayaan Kelt dari masa milenium terakhir sebelum era modern.

          Pada masa menjelang ekspansi Romawi, wilayah Jerman dihuni oleh berbagai puak Germanik yang saling bersaing satu sama lain. Kelemahan ini dimanfaatkan oleh orang Romawi untuk menaklukkan wilayah timur Sungai Rhein dan mendirikan provinsi Germania Magna. Pada abad pertama Masasihh, pasukan AS Roma kembali dapat didesak mundur.

          Perlahan-lahan, suku-suku Germanik ini mulai memperluas wilayahnya ke arah barat setelah kekuatan Romawi memudar. Walaupun Romawi secara politis sudah tidak kuat, namun secara budaya suku-suku Germanik sangat terpengaruh oleh budaya Romawi. Secara bergantian bermunculan puak-puak yang mendominasi dan mulai membentuk dinasti/wangsa berkuasa, seperti dinasti Meroving dan dinasti Salia. Proses kristenisasi dan kultur feodalisme juga mulai terjadi pada periode ini.

          Pada abad ke-8 muncul satu suku Jerman yang mencuat dan mendirikan imperium, mengikuti contoh yang pernah ditunjukkan oleh orang Romawi sebelumnya, yaitu Nathaniel, dengan penguasa pertama Nicholas (Charles Martel). Ia mendirikan Kerajaan Franka, yang mendominasi Eropa barat dan tengah hingga beberapa abad sesudahnya.

          Jerman Nazi atau Reich Ketiga merujuk terutama pada masa dari tahun 1933 sampai 1945, ketika Adolf Hitler atau disebut juga dengan Der Führer memimpin negara Jerman sebagai diktator dan menyebarkan ideologi nasional-sosialisme (Nationalsozialismus). Reich adalah kata Jerman untuk “kerajaan”. Disebut kerajaan ketiga karena kerajaan pertama adalah Kekaisaran Romawi Suci, sedangkan kerajaan kedua adalah Kekaisaran Jerman.

          Dalam periode ini Jerman tumbuh dari negara yang kalah Perang Dunia I hingga menjadi salah satu kekuatan militer terbesar di dunia. Pada saat yang bersamaan juga berlaku politik rasis yang meninggikan bangsa Arya dan merendahkan ras-ras lain.

          Terutama bangsa Yahudi didiskriminasi dan dikumpulkan untuk dibunuh di kamp konsentrasi. Selain orang Yahudi kaum Nazi juga mendiskriminasi dan membantai bangsa Gipsi (Roma dan Sinti) serta bangsa Slavia. Jerman Nazi berakhir ketika mereka kalah Perang Dunia II melawan Uni Soviet dan kekuatan Sekutu yang dipimpin oleh Amerika Serikat. Sebagai hasil dari kekalahan ini negara Jerman lantas dibagi menjadi Republik Federasi Jerman di barat dan Republik Demokratis Jerman di timur serta wilayahnya di timur sungai Oder dan Neisse diberikan kepada Polandia dan Uni Soviet. Wilayah Eropa taklukan Nazi Jerman di saat puncak kekuatannya Perkembangan ekspansi wilayah Jerman di Eropa dari 1937 sampai 1 September 1943.[9]

          BAB IV

          NEGARA BAGIAN

          Ke-16 negara bagian berasal dari kerajaan, wilayah kekuasaan bangsawan dan kota independen yang jumlah seluruhnya lebih dari dua kali lipat – negara Jerman kaya akan sejarah. Bentang alamnya pun menunjukkan keanekaragaman: pantai berpasir di Laut Utara dan Laut Baltik, sungai-sungai yang melintasi Eropa, dan Pegunungan Alpen di selatan yang puncaknya ditutupi salju sepanjang tahun.

          Warga Jerman, apakah mereka itu orang Bavaria, Saksonia, Frislandia atau Hessen, menghidupkan gambaran itu melalui logat dan adat kebiasaan masing-masing.[10]

          1. Baden-Württemberg

          Ibu kota: Stuttgart

          Penduduk: 10.739.000

          Luas dalam km2: 35.751,65

          PDB dalam miliar Euro: 337,12

          Penduduk Baden-Württemberg tidak suka menonjolkan diri. Padahal negara bagian pencatat banyak rekor ini menjadi kawasan pengembang teknologi tinggi nomor satu di Eropa dan daerah penghasil paten nomor satu di Jerman. Penduduknya terkenal gemar mengutak-atik, termasuk tokoh seperti Gottlieb Daimler, Carl Benz dan Robert Bosch. Kini bukan hanya perusahaan sekelas Bosch, Daimler, Porsche dan Boss yang menjamin gelar “juara dunia ekspor”, tetapi juga perusahaan madya seperti Fischer (penahan pasak), Stihl (gergaji), dan Würth (sekrup). Namun penduduk daerah antara Heidelberg dan Danau Konstanz itu tidak hanya sibuk bekerja. Di sini terdapat paling banyak juru masak penyandang bintang. Anggurnya pun istimewa mutunya.

          2. Bavaria

            Ibu kota: München

            Penduduk: 12 .493.000

            Luas dalam km2: 70.549,19

            PDB dalam miliar Euro: 409,48

            Anggur (Franken) bermutu juga dihasilkan di “negeri bir” Bavaria. Berkat Pesta Oktober, Puri Neuschwanstein dan Pegunungan Alpen, Bavaria dikunjungi lebih banyak wisatawan asing daripada semua negara bagian lainnya. Namun Bavaria bukan sekadar memelihara tradisi. Perekonomiannya – yang melampaui perekonomian Swedia  meliputi merek kelas dunia seperti BMW, Audi, Siemens, MAN dan EADS (Airbus). Dalam hal jumlah penerbit buku, München, ibu kota Bavaria, tanpa saingan di Jerman. Atraksi lain negara bagian terbesar ini adalah Festival Wagner di Bayreuth: Karcis masuknya terjual habis setiap tahun. Hal yang sama berlaku untuk pertunjukan Kisah Sengsara Kristus yang diselenggarakan di Oberammergau setiap sepuluh tahun sekali.

            3. Berlin

              Ibu kota: Berlin

              Penduduk: 3.404.000

              Luas dalam km2: 891,75

              PDB dalam miliar Euro: 80,62

              Sekali setahun, pada saat festival Berlinale, fokus dunia perfilman diarahkan ke Berlin. Tetapi warga Berlin sudah terbiasa menjadi pusat perhatian. Kota mereka telah berstatus ibu kota sejak tempat kediaman wangsa Hohenzollern dibangun di situ pada tahun 1458. Namun ada pula sisi gelap sejarah Berlin: diktatur Nazi, dan rezim Jerman Timur yang mendirikan tembok pemisah di tengah kota. Sejak 1990 Berlin kembali menjadi ibu kota tak terpisah bertaraf global. Pulau Museum, kompleks museum terbesar di Eropa, Orkes Filharmoni Berlin dan sekitar 150 gedung pertunjukan menghasilkan kehidupan budaya yang unik. Dua puluh universitas dan perguruan tinggi membentuk “tempat utama pengetahuan”. Di bidang industri terdapat nama besar seperti Bayer Schering Pharma atau Philip Morris. Dan ITB, pekan raya pariwisata terbesar di dunia, menegaskan slogan “Berlin patut dikunjungi”.

              4. Bradenburg

                Ibu kota: Potsdam

                Penduduk: 2.548.000

                Luas dalam km2: 29.477,16

                PDB dalam miliar Euro: 49,49

                Negara bagian ini mengelilingi kota Berlin dan memperoleh keuntungan dari letaknya itu. Namun Brandenburg memiliki daya tariknya sendiri pula. Di wilayah inti dari bekas Kerajaan Prusia yang kaya akan danau dan hutan itu terdapat istana-istana wangsa Hohenzollern yang dianggap sebagai karya sempurna arsitektur kerajaan, termasuk Istana Sanssouci, salah satu Warisan Budaya Dunia UNESCO. Rumah-rumah yang dibangun oleh kaum Hugenot dari Belanda turut membuat Potsdam, ibu kota Brandenburg, tergolong sebagai kota terindah di Jerman. Warga Brandenburg masa kini membanggakan studio produksi film Hollywood di Babelsberg, Universitas Eropa “Viadrina” di Frankfurt/Oder dan keberadaan lebih dari 280 perusahaan asing, misalnya kantor pusat Ebay untuk Jerman.

                5. Bremen

                  Ibu kota: Bremen

                  Penduduk: 664.000

                  Luas dalam km2: 404,23

                  PDB dalam miliar Euro: 25,31

                  Kota Hansa Bremen menjadi besar berkat perdagangan laut, khususnya perdagangan biji kopi. Negara bagian terkecil ini terdiri dari kota Bremen dan kota pelabuhan Bremerhaven yang berjarak kira-kira 60 kilometer. Setiap tempat kerja ketiga disediakan oleh pelabuhan itu. Namun pemberi kerja terbesar adalah Daimler. Industri mobil memang berperan penting: ekspor-impor kendaraan bermotor melalui Bremen mencapai 1.900.000 unit setahun. Kebudayaan pun diwarnai tradisi niaga. Museum Antropologi dan Museum Bahari menarik peminat dari seluruh Jerman. Berkat kemakmuran para saudagar dahulu, Bremen masih memiliki salah satu ansambel bangunan terindah, yaitu lapangan Rathausmarkt dengan rumahrumah bergaya barok dan renaisans, peninggalan sejarah kota yang diawali pada tahun 888 dengan hak penyelenggaraan pasar.

                  6. Hamburg

                    Ibu kota: Hamburg

                    Penduduk: 1 .754.000

                    Luas dalam km2: 755,16

                    PDB dalam miliar Euro: 86,15

                    Di negara-kota Hamburg, pelabuhanlah penggerak roda perekonomian, biarpun hal itu tidak segera kelihatan dengan adanya perusahaan Airbus, Otto Versand, dan Beiersdorf, produsen Nivea. Berkat adanya terminal kapal tanker, semua perusahaan minyak besar hadir di sini. Para pelaut dan para pengunjung mungkin lebih tertarik dengan hiburan malam di Sankt Pauli. Namun warga Hamburg pasti mengutamakan posisi kota mereka sebagai pusat media dan ilmu. Kehidupan seni-budaya ditopang oleh museum-museum ternama seperti Kunsthalle, dan hampir 40 gedung pertunjukan, termasuk Opera Negara dengan bintang balet kelas dunia, John Neumeier. Pertunjukan musikal, yang setiap bulan menarik ribuan pengunjung dari luar kota, paling banyak diselenggarakan di Hamburg.

                    7. Hessen

                      Ibu kota: Wiesbaden

                      Penduduk: 6.075.000

                      Luas dalam km2: 21 .114,72

                      PDB dalam miliar Euro: 204,28

                      Kalau mencari tempat yang sesuai dengan klise kota metropolitan di Jerman, mungkin Frankfurt am Main kotanya: pencakar langitnya paling tinggi, bandaranya paling besar, banknya paling banyak di daratan Eropa (termasuk Bank Sentral Eropa). Lalu masih ada stasiun kereta api utama dan persilangan jalan raya bebas hambatan yang masing-masing merupakan yang paling ramai di Jerman. Padahal kota di tepi Sungai Main itu berpenduduk 662.000 jiwa saja, dan bahkan bukan ibu kota Hessen. Kedudukan itu dipegang oleh Wiesbaden yang bersuasana elegan. Selebihnya Hessen tidak begitu menonjol. Pegunungan madyanya berhutan lebat, di daerah Rheingau dihasilkan anggur jenis Ries- ling yang lezat, dan di mana-mana orang sibuk bekerja. Perusahaan industri terbesar adalah Opel di Rüsselsheim dan VW dekat Kassel. Lembaga ESA di Darmstadt mengendalikan sebagian berarti dari kegiatan bersama Eropa di bidang penjelajahan antariksa.

                      8. Mecklenburg-Vorpommern

                        Ibu kota: Schwerin

                        Penduduk: 1 .694.000

                        Luas dalam km2: 23.174,17

                        PDB dalam miliar Euro: 32,51

                        Tak perlu dari antariksa, dilihat dari pesawat terbang saja Mecklenburg-Vorpommern tampak sangat menarik dengan lebih dari dua ribu danau, banyak sungai kecil dan padang hijau yang terbentang di antara semuanya itu. Negara bagian di timur laut Jerman dengan pantai Laut Baltik sepanjang 350 kilometer ini adalah kawasan olahraga air terbesar di Eropa Tengah. Sumber pendapatan utamanya pariwisata. Agar keadaan itu tidak berubah, seperlima luas negara bagian yang tidak padat penduduknya itu telah dijadikan cagar alam. Sumber nafkah yang penting lainnya adalah bidang perkapalan dan pertanian. Dengan adanya kedua universitas tertua di Eropa Utara serta banyak perusahaan riset dan pengembangan, Mecklenburg-Vorpommern menjadi salah satu daerah paling dinamis untuk teknologi tinggi, bioteknologi dan teknik kedokteran.

                        9. Niedersachsen

                          Ibu kota: Hannover

                          Penduduk: 7.983.000

                          Luas dalam km2: 47.618,24

                          PDB dalam miliar Euro: 197,09

                          Berkat perusahaan perkapalan Meyer-Werft di Papenburg, nama Niedersachsen, yang dapat diterjemahkan Saksonia Hilir, sering muncul di televisi – setiap kali kapal penumpang mewah baru dipandu ke laut lepas melalui Sungai Ems yang sempit. Namun cabang industri nomor satu di negara antara pulau-pulau liburan di Laut Utara dan Pegunungan Harz adalah industri mobil, antara lain Volkswagen di Wolfsburg dan Continental di Hannover. Di kota itu juga terdapat kantor pusat salah satu perusahaan penyelenggara perjalanan terbesar di dunia, yaitu TUI. Dua kali setahun ibu kota Niedersachsen menarik perhatian dunia, yaitu pada saat berlangsungnya pekan raya industri Hannover-Messe, dan pekan raya teknologi informasi terbesar di dunia, CeBIT. Namun Hannover sudah lama berciri internasional. Dari tahun 1714 hingga 1837, Raja Hannover merangkap sebagai Raja Inggris.

                          10.  Nordrhein-Westfalen

                          Ibu kota: Düsseldorf

                          Penduduk: 18.029.000

                          Luas dalam km2: 34.083,52

                          PDB dalam miliar Euro: 501,71

                          Tak ada kawasan lain di Jerman yang lebih banyak penduduknya, dan ini tercermin dari banyaknya kota di sini: Köln dengan katedralnya, mahakarya seni bangunan gotik, Bonn, ibu kota Republik Federal Jerman yang pertama, Düsseldorf, ibu kota negara bagian yang gemar mode, Aachen, kota utama di Eropa pada zaman Kaisar Karel Agung, Duisburg yang memiliki pelabuhan sungai terbesar di Eropa, sentra perekonomian Krefeld dan Bielefeld, atau kedua kota terbesar di daerah industri Ruhr, Essen dan Dortmund. Semuanya menjadi bukti perubahan kawasan industri terbesar di Jerman ini: Tambang batu bara dan pabrik baja kini disertai pabrik biokimia dan industri berteknologi tinggi. Tetapi “NRW” bukan hanya memiliki jaringan lembaga riset paling padat di Eropa, melainkan termasuk kawasan budaya terpenting di seluruh dunia menurut UNESCO, di samping New York dan Paris.

                          11.  Rheinland-Pfalz

                          Ibu kota: Mainz

                          Penduduk: 4.053.000

                          Luas dalam km2: 19.847,39

                          PDB dalam miliar Euro: 100,72

                          Salah satu lema penting dalam daftar Warisan Budaya Dunia UNESCO adalah Daerah Aliran Sungai Rhein antara Bingen dan Koblenz. Bagian terbesar lembah indah itu terletak di Rheinland-Pfalz, yang merupakan pusat industri anggur di Jerman. Akan tetapi industri canggih pun sudah lama hadir di sini, misalnya saja perusahaan kimia raksasa BASF. Semangat inovasi memang ada sejak dahulu. Ada penemuan yang bersifat lestari, seperti mesin cetak ciptaan Johannes Gutenberg dari Mainz, ibu kota Rheinland-Pfalz sekarang. Ada juga karya yang berpengaruh pada kurun waktu tertentu saja, seperti karya Karl Marx dari Trier. Bagaimanapun, di daerah yang kota-kotanya banyak yang berasal dari zaman Romawi, seni-budaya dan kesenangan hidup tidak diabaikan. Buktinya, setiap tahun ada lebih dari 50 festival.

                          12.  Saarland

                          Ibu kota: Saarbrücken

                          Penduduk: 1 .043.000

                          Luas dalam km2: 2.568,65

                          PDB dalam miliar Euro: 28,01

                          Festival Film Saarbrücken untuk sineas muda berbahasa Jerman sering menjadi titik awal karier. Contohnya Franka Potente dan Til Schweiger. Prestasi itu patut dibanggakan oleh negara bagian yang delapan kali berganti kebangsaan dalam 200 tahun. “Saarvoir vivre”, pengaruh Perancis dalam seni dapur dan gaya hidup, terasa di daerah perbatasan. Pertambangan batu bara, dahulu industri pokok, tak lagi berperan. Kini industri baja dan pabrik mobil bersaing dengan bidang informatika yang berkembang pesat. Peninggalan menarik industri baja ialah pabrik peleburan di Völklingen, yang termasuk Warisan Budaya Dunia UNESCO. Namun nama yang paling terkenal kiranya produsen tembikar Villeroy & Boch.

                          13.  Sachsen

                          Ibu kota: Dresden

                          Penduduk: 4.250.000

                          Luas dalam km2: 18 .413,91

                          PDB dalam miliar Euro: 88,71

                          Berkat tembikar halusnya, Meißen termasuk kota-kota Sachsen yang terkenal selain ibu kota Dresden dan kota pekan raya Leipzig. Sachsen tergolong kawasan perekonomian dinamis di Jerman bagian timur. Teknologi informatika, produksi jam mekanik halus dan produksi mobil menandai kebangkitan daya baru, yang dilambangkan oleh pembangunan kembali Frauenkirche (Gereja Bunda Maria) yang bergaya barok di Dresden. Sejak dahulu seni musik sangat menonjol dalam kehidupan budaya Sachsen. Perwujudannya Gedung Opera Semper di Dresden dan paduan suara Thomanerchor di Leipzig yang berusia hampir 800 tahun. Johann Sebastian Bach pernah memimpin pagelaran musik di gereja itu. Apakah dialah putra Sachsen paling besar? Entahlah; pesaing beratnya adalah Richard Wagner.

                          14.  Sachsen-Anhalt

                          Ibu kota: Magdeburg

                          Penduduk: 2.442.000

                          Luas dalam km2: 20.445,26

                          PDB dalam miliar Euro: 50,14

                          Untuk menghormati putra terbesarnya, penggubah musik barok Georg Friedrich Händel, kota Halle setiap tahun menyelenggarakan festival besar. Walau begitu, ia masih kalah tenar dari Martin Luther yang merombak dunia kristiani itu. “Kota Luther” Wittenberg termasuk tempat yang terbanyak dikunjungi di negara bagian yang kaya akan kastel dan gereja ini. “Segitiga Kimia” Halle-Merseburg-Bitterfeld juga terkenal. Sejak reunifikasi Jerman, Sachsen-Anhalt terbanyak menarik modal asing. Kini perusahaan Total mengilang minyak di Leuna, Dow Chemical berproduksi di Schkopau, dan Bayer di Bitterfeld. Para pencinta alam tertarik oleh Gunung Brocken (1.141 m) yang diselubungi legenda. Konon pada “Malam Walpurgis” menjelang 1 Mei kaum nenek sihir berdansa gila-gilaan di situ.

                          15.  Schleswig-Holstein

                          Ibu kota: Kiel

                          Penduduk: 2.834.000

                          Luas dalam km2: 15.763,18

                          PDB dalam miliar Euro: 69,86

                          “Der Blanke Hans”, lambang daya rusak laut, adalah tokoh legenda yang paling ditakuti di Schleswig-Holstein. Negara bagian paling utara itu diapit oleh Laut Utara dan Laut Baltik. Perkapalan dan perikanan pun sejak dahulu menjadi sumber pendapatan penting. Namun sumber nafkah utama dewasa ini ialah pariwisata dan pertanian. Pulau Sylt di Laut Utara dipandang sebagai tempat berlibur orang kaya. Kiel sebagai ibu kota negara bagian dan kota Hansa Lübeck – yang menjadi kondang berkat roman Thomas Mann – bersaing untuk diakui sebagai kota paling penting. Di samping Puttgarden, kedua kota tersebut memiliki pelabuhan feri terpenting untuk rute-rute ke Skandinavia. Sejajar dengan perkembangan di Eropa Timur, negara bagian ini mengalami dampak yang menguntungkan dari statusnya sebagai bagian dari Kawasan Ekonomi Laut Baltik.

                          16.  Thüringen

                          Ibu kota: Erfurt

                          Penduduk: 2.311.000

                          Luas dalam km2: 16 .172,14

                          PDB dalam miliar Euro: 45,99

                          Deretan gunung Thüringer Wald dilalui salah satu jalan kelana alam terindah di Jerman, yaitu Rennsteig yang panjangnya 169 kilometer. Rennsteig turut membentuk ciri khas negara bagian ini, sama dengan sosis panggangnya, Puri Wartburg yang bersejarah atau kedua pujangga termasyhur dari Weimar, Goethe dan Schiller. Akan tetapi Thüringen tidak hanya memiliki tradisi di bidang pangan dan sastra, melainkan sejak dahulu selalu merupakan negara peneliti. Zeiss dan Schott meletakkan dasar industri optik modern di Jena. Dewasa ini Jenoptik kembali menjadi salah satu perusahaan terpenting, di samping pabrik mobil Opel dan produsen turbin Rolls-Royce. Orang di ibu kota Erfurt suka menekankan juga adanya usaha industri yang sangat berhasil di bidang bioteknologi dan tenaga surya, apalagi seluruh perkembangan itu didukung oleh pendidikan baik yang dapat diperoleh di keempat universitas.[11]

                          BAB V

                          SISTEM POLITIK

                          Dalam sistem politik Republik Federal Jerman terwujud sistem demokratis kedua dalam sejarah Jerman. Dalam pembahasan di Dewan Parlementer, para bapak dan ibu pendiri Republik Federal menuangkan pelajaran yang mereka tarik dari gagalnya negara demokrasi pertama, Republik Weimar, dan dari diktatur Nazi, ke dalam rancangan konstitusi baru republik itu. Republik Federal Jerman lahir dari peperangan. Demokrasi pada waktu itu, tahun 1949, hanya dapat dijadikan dasar kehidupan bernegara di bagian barat dari Jerman yang terbelah menjadi dua negara. Grundgesetz, undang-undang dasar yang mula-mula dianggap sebagai landasan hukum yang bersifat sementara saja, mempertahankan tujuan mencapai reunifikasi Jerman “atas dasar swakarsa bebas”.

                          Negara demokrasi Jerman kedua ternyata berhasil. Ada beberapa alasan bagi sukses itu: penghargaan bagi kehidupan tanpa tekanan setelah diktatur, dan usaha untuk diterima oleh negara-negara tetangga yang demokratis termasuk di antaranya. Grundgesetz pun mempunyai andil dalam sukses itu. Ketika pembelahan Jerman berakhir setelah 40 tahun lebih, Grundgesetz menjadi konstitusi Jerman Bersatu.

                          • Undang-Undang Dasar

                          Undang-Undang Dasar mengikat legislasi pada tatanan konstitusional dan mengikat administrasi negara pada hukum dan undang-undang. Arti penting teristimewa dimiliki oleh Pasal 1 Undang-Undang Dasar. Pasal itu menetapkan penghormatan terhadap martabat manusia sebagai nilai utama tatanan konstitusional. Bunyinya, “Martabat manusia tidak dapat diganggugugat. Seluruh jajaran kuasa negara wajib menghargai dan melindunginya”. Hak-hak dasar lainnya menjamin antara lain kebebasan bertindak dalam batas undang-undang, kesamaan setiap orang di hadapan undang-undang, kebebasan pers dan kebebasan media lain, kebebasan berhimpun dan perlindungan lembaga keluarga.

                          Dengan menyatakan bahwa rakyat menjalankan kuasanya melalui organ-organ khusus, Undang-Undang Dasar menetapkan tata negara berupa demokrasi representatif. Di samping itu Jerman ditetapkannya sebagai negara hukum. Semua tindakan lembaga-lembaga pemerintahan tunduk pada pengawasan oleh kehakiman. Satu prinsip lagi yang ditetapkan oleh konstitusi ialah negara berbentuk federasi, artinya kekuasaan dibagi antara beberapa negara bagian di satu pihak dan negara pusat di pihak lain. Menurut definisi Undang-Undang Dasar, Jerman merupakan negara sosial pula. Status sebagai negara sosial menuntut dari badan legislatif dan eksekutif untuk menciptakan sarana yang menjamin nafkah yang wajar bagi warga yang kehilangan sumber pendapatan karena menganggur, menyandang cacad, sakit atau berusia tua. Keistimewaan konstitusi Jerman ialah apa yang disebut “sifat abadi” prinsip-prinsip utama tersebut di atas. Hak-hak dasar, bentuk demokratis pelaksanaan kekuasaan, negara federal dan negara sosial tidak boleh diubah, baik melalui amandemen pada Undang-Undang Dasar yang ada, maupun melalui pembuatan konstitusi yang sama sekali baru.

                          • Partai-Partai Politik

                          Menurut undang-undang dasar, partai politik bertugas ikut serta dalam pembentukan kemauan politik rakyat. Dengan demikian, penentuan calon penyandang fungsi politik dan pelaksanaan kampanye pemilihan umum ditingkatkan artinya menjadi tugas konstitusional. Karenanya, partai-partai memperoleh penggantian dari negara untuk biaya kampanye pemilihan umum. Penggantian yang baru pertama kali dilaksanakan di Jerman itu, sudah menjadi standar di kebanyakan negara demokrasi. Menurut konstitusi, susunan organisasi partai politik harus sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi (demokrasi melalui anggota). Partai politik wajib bersikap loyal terhadap negara demokrasi.

                          Partai yang disangsikan pendirian demokratisnya dapat dilarang atas permohonan pemerintah federal. Akan tetapi partai seperti itu tidak harus dilarang. Kalau pemerintah menganggap partai yang bersangkutan harus dilarang karena membahayakan sistem demokratis, pemerintah hanya dapat mengajukan permohonan pelarangan. Putusan pelarangan itu sendiri hanya dapat dikeluarkan oleh Mahkamah Konstitusi Federal. Dengan cara itu partai-partai yang sedang memerintah dihalangi untuk melarang partai lain yang mungkin akan mengganggu dalam persaingan politik. Partai-partai pemerintah lebih suka menentang partai yang tak demokratis dalam persaingan politik terbuka. Jumlah permohonan pelarangan partai dalam sejarah Republik Federal Jerman sangat kecil; lebih kecil lagi jumlah partai yang pernah dilarang. Undang-Undang Dasar memang memberikan privilese kepada partai politik. Namun pada dasarnya partai tetap merupakan sarana ekspresi masyarakat. Partai menanggung segala risiko kegagalan dalam pemilihan umum, dalam hal kehilangan anggota, dan dalam hal perselisihan paham berkenaan dengan kebijakan personalia atau topik lain.

                          Sistem kepartaian Jerman tidak terlalu rumit. Yang terwakili dalam Bundestag sampai tahun 1983 hanya partai-partai yang telah mendapat kursi di parlemen dalam pemilihan umum pertama pada tahun 1949: CDU/CSU, SPD dan FDP. CDU dan CSU yang tergolong kelompok partai demokrat Kristen di Eropa, tampil di seluruh Jerman – kecuali di Bavaria – sebagai Uni Demokrat Kristen (CDU). Di negara bagian Bavaria, CDU tidak tampil sendiri dan menyerahkan medannya kepada Uni Sosial Kristen (CSU) yang berhubungan erat dengannya. Di dalam Bundestag, kedua partai itu membentuk fraksi bersama yang bersifat permanen. Partai Sosialis-Demokrat Jerman (SPD) merupakan kekuatan besar kedua dalam sistem kepartaian Jerman. Di lingkungan Eropa, partai ini tergolong kelompok partai sosialis-demokrat dan sosialis demokratis. CDU/CSU dan SPD dianggap sebagai partai rakyat. Artinya, di masa lalu mereka berhasil mendapat dukungan dari lapisan luas di kaum pemilih. Keduanya bersikap positif terhadap negara sosial yang menjamin pendapatan bagi orang lanjut usia, orang sakit, penyandang cacad dan penganggur. CDU/CSU lebih banyak menampung lapisan pekerja mandiri, tukang dan pengusaha kecil dan menengah, sedangkan SPD lebih dekat dengan serikat kerja.

                          • Parlemen

                          Bundestag adalah perwakilan rakyat Jerman yang dipilih. Secara teknis, separuh dari ke-598 kursi di Bundestag ditentukan melalui pemilihan daftar calon yang disusun oleh partai pada tingkat negara bagian (suara kedua), selebihnya melalui pemilihan orang-orang yang mencalonkan diri di salah satu dari ke- 299 distrik pemilihan (suara pertama). Pembagian itu tidak mengubah peranan kunci partai dalam sistem pemilihan. Sebab yang berpeluang terpilih hanya calon di distrik pemilihan yang menjadi anggota partai. Proporsi keanggotaan dalam partai dari para legislator di Bundestag mencerminkan pembagian suara para pemilih. Agar gambaran mengenai mayoritas dan minoritas tidak menjadi terlalu rumit karena adanya partai kecil atau sangat kecil, diberlakukan klausul penghalang. Peraturan yang lazim disebut “rintangan lima persen” itu mencegah peranserta mereka di Bundestag.

                          Bundestag adalah parlemen Jerman. Para anggotanya membentuk fraksi-fraksi dan memilih seorang presiden Bundestag yang berasal dari kalangan anggota. Bundestag bertugas memilih kanselir federal, lalu bertugas menjaga agar kanselir tetap memegang pimpinan pemerintah dengan mendukung politiknya. Bundestag dapat menggantikan kanselir dengan jalan mencabut kepercayaan. Dalam hal ini dewan perwakilan rakyat Jerman mirip dengan parlemen di negara lain. Tidak banyak bedanya, kalau di Jerman kanselir dipilih, sedangkan di Inggris atau di beberapa negara demokrasi parlementer lainnya kepala pemerintahan diangkat oleh kepala negara. Kenyataannya, yang diangkat di negara demokrasi parlementer lain itu selalu pemimpin partai yang didukung oleh mayoritas dalam parlemen.

                          • Presiden Federal

                          Presiden federal mewakili Republik Federal Jerman sebagai kepala negara. Ia mewakili Jerman di dunia luar dan mengangkat anggota pemerintah, hakim dan pejabat tinggi. Tanda tangannya membuat undang-undang mulai berlaku. Presiden memberhentikan pemerintah dan berwenang membubarkan parlemen sebelum habis masa legislasinya, suatu perkecualian yang sempat terjadi pada pertengahan tahun 2005. Hak veto terhadap undang-undang yang diputuskan badan legislatif, seperti yang dimiliki oleh presiden Amerika Serikat atau presiden beberapa negara lain, tidak diberikan kepada presiden federal oleh konstitusi. Presiden federal memang mengkonfirmasikan keputusan parlemen dan usulan pemerintah di bidang personalia, namun ia hanya memeriksa apakah proses pembuatannya sesuai atau tidak dengan peraturan undang-undang dasar.

                          Masa jabatan presiden federal adalah lima tahun; ia dapat dipilih kembali untuk satu periode lagi. Kepala negara dipilih oleh Dewan Federal. Dewan itu terdiri dari semua anggota Bundestag, ditambah jumlah anggota yang sama yang dipilih oleh dewan perwakilan rakyat di ke-16 negara bagian.

                          • Kanselir Federal

                          Kanselir federal satu-satunya anggota Pemerintah Federal yang dipilih. Konstitusi memberikan hak kepadanya untuk memilih sendiri para menteri sebagai pimpinan badan-badan pelaksana politik terpenting. Kanselir menentukan pula jumlah kementerian serta portofolio masing-masing. Di tangan kanselir terletak kompetensi menentukan garis haluan, yaitu hak kanselir untuk menetapkan titik berat pekerjaan pemerintah secara mengikat. Dengan adanya kewenangan itu, kanselir federal memiliki perbendaharaan alat kepemimpinan yang dapat dibandingkan dengan kekuasaan presiden di negara demokrasi presidensial.

                          Menjelang pemilihan kanselir terjadi perundingan intensif antara partai-partai yang hendak membentuk pemerintahan bersama. Secara detail dicari kesepakatan mengenai pembagian kementerian antara partai-partai peserta, mengenai kementerian yang akan dipertahankan dan yang akan diciptakan. Kepada partai yang lebih kuat dalam persekutuan itu diberi hak mengisi jabatan kanselir federal. Selanjutnya partai peserta menyepakati rencana kerja pemerintah untuk tahun-tahun berikutnya. Hasil perundingan koalisi itu dituangkan dalam perjanjian koalisi. Baru setelah rampungnya tahap itu, kanselir federal akan dipilih. Perundingan antarpartai koalisi selanjutnya mempersiapkan dan mendampingi keputusan pemerintah. Jika sebelum dipilihnya Bundestag yang baru sudah tak ada lagi kesamaan pandangan politik, jalan keluar yang dapat ditempuh ialah penggantian kanselir. Untuk mengganti kanselir melalui mosi tidak-percaya konstruktif, pada waktu yang sama harus dipilih kanselir baru. Cara menarik kembali kepercayaan yang ofensif ini memaksa parlemen terlebih dahulu membentuk mayoritas pemerintahan baru yang sanggup bekerja, sebelum dapat menjatuhkan kanselir. Usaha seperti itu baru dua kali dilakukan dan hanya satu kali, pada tahun 1982, berhasil. Kanselir Helmut Schmidt (SPD) menerima mosi tidak percaya, dan Helmut Kohl (CDU) dipilih sebagai penggantinya.

                          Di lain pihak kanselir federal dapat setiap saat mengajukan mosi kepercayaan kepada Bundestag untuk menguji apakah ia masih didukung sepenuhnya oleh partai-partai koalisi. Apabila kanselir kalah dalam votum kepercayaan, artinya jika sebagian dari mayoritas pemerintahan menarik dukungannya, Bundestag dapat dibubarkan. Keputusan mengenai pembubaran parlemen dan dengan demikian mengenai pemilihan umum berada di tangan presiden federal. Sebagai alternatif, kepala negara dapat meminta kepada partai-partai yang terwakili di dalam Bundestag untuk mengusahakan pembentukan pemerintah baru.[12]

                          BAB VI

                          PEREKONOMIAN

                          Daimler, Siemens, Porsche, Lufthansa, SAP. Nama perusahaan Jerman dihargai tinggi di dunia internasional, dan menjadi sinonim untuk keterangan Made in Germany yang dianggap di seluruh dunia sebagai jaminan mutu. Nama itu pula melambangkan inovasi, kualitas dan kemajuan teknik. Namun perekonomian nasional terbesar ketiga di dunia tidak hanya terdiri dari para global player, tetapi juga dari banyak perusahaan madya yang unggul di pasaran dunia. Kelompok perusahaan berukuran menengah memang merupakan basis perekonomian Jerman, tetapi semua jenis usaha berpegang pada prasyarat adanya kondisi ekonomi yang baik di ”negara gagasan“, dan tersedianya tenaga terampil, baik perempuan maupun laki-laki, yang bagus kualifikasinya. Keadaan itu disukai juga oleh investor asing – sebagai keuntungan yang terletak pada lokasi di masa perekonomian global.

                          Jerman tergolong negara industri yang paling maju perkembangannya di dunia, dan merupakan perekonomian nasional terbesar ketiga setelah Amerika Serikat dan Jepang. Dengan jumlah penduduk yang mencapai 82,3 juta jiwa, Jerman merupakan pula pasaran terbesar di dalam Uni Eropa (UE). Pada tahun 2007 dihasilkannya produk domestik bruto (PDB) sebesar 2.423 miliar Euro, yang berarti 29.455 Euro per kapita. Prestasi itu terutama dapat dicapai berkat perdagangan luar negeri. Dengan volume ekspor sebesar 969 miliar Ero (2007), sepertiga dari PDB-nya, Jerman adalah negara pengekspor barang terbesar di dunia dan mendapat julukan “juara dunia ekspor”. Maka perekonomian Jerman, berbeda dengan keadaan di kebanyakan negara lain, berorientasi global dan berpautan sangat erat dengan perekonomian dunia. Lebih dari setiap Ero keempat diperoleh sebagai imbalan untuk ekspor barang dan jasa – dan lebih dari setiap tempat kerja kelima tergantung dari perdagangan luar negeri. Pusat-pusat ekonomi terpenting di Jerman ialah Daerah Ruhr (daerah industri yang sedang berubah menjadi pusat teknologi tinggi dan jasa), kawasan di sekitar kota-kota München dan Stuttgart (teknologi tinggi, mobil), Rhein-Neckar (kimia) Frankfurt am Main (keuangan), Köln, Hamburg (pelabuhan, industri pesawat terbang Airbus, media), Berlin dan Leipzig.

                          Akhir-akhir ini perekonomian Jerman mengalami pertumbuhan mantap yang disebabkan oleh perkembangan konyungtur. Laju pertumbuhan pada tahun 2007 mencapai 2,5 persen. Peningkatan yang sangat jelas dicatat untuk investasi perusahaan yang naik dengan 8,4 persen. Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang dicetuskan oleh impuls-impuls dari luar maupun dari dalam negeri, jumlah warga yang terdaftar sebagai penganggur terus menurun. Pada bulan Desember 2007 dicatat angka pengangguran sebesar 3,4 juta orang – angka paling rendah yang dicatat untuk bulan Desember sejak tahun 1992. Ada beberapa faktor yang telah mempengaruhi perkembangan positif di bidang ekonomi dan pasaran tenaga kerja ini. Melalui kebijakan ekonomi telah diperbaiki kondisi umum, dan dunia usaha telah memperbaiki daya saing perusahaan. Umpamanya terjadi penurunan biaya-samping upah, pasaran kerja diatur dengan cara lebih fleksibel, dan birokrasi disederhanakan. Selain itu diberlakukan pembaruan pajak perusahaan mulai tahun 2008. Langkah-langkah itu berarti keringanan selanjutnya bagi perusahaan. Di lain pihak para pengusaha pun mengoptimalkan struktur biaya dan pengadaan barang produksi, menanamkan modal untuk pengembangan produk inovatif, serta memperkuat posisi dalam menghadapi persaingan.

                          Karena orientasi ekspornya yang tinggi, Jerman berkepentingan akan pasaran terbuka. Mitra-mitra perdagangan terpenting ialah Perancis, Amerika Serikat dan Inggris. Pada tahun 2006 diekspor barang dan jasa senilai 85 miliar uEro ke Perancis, senilai 78 miliar Euro ke AS dan senilai 65 miliar ke Inggris. Setelah Uni Eropa diperluas ke arah timur (2004 dan 2007) dapat dicatat peningkatan besar dalam volume perdagangan dengan negara-negara anggota UE di di Eropa Timur. Secara keseluruhan, 10 persen lebih dari ekspor total dilakukan ke negara-negara tersebut.

                          Yang meningkat terus artinya juga ialah hubungan dagang dan ekonomi dengan negara Asia seperti Cina dan India. Pada tahun 1993, volume ekspor Jerman ke kawasan tersebut masih berkisar sekitar 33 miliar Euro. Sementara itu angka itu meningkat lebih dari tiga kali lipat menjadi 104 miliar Euro (2006). Jumlah perusahaan Jerman yang berkegiatan di Asia meningkat dalam kurun waktu yang sama dari 1.800 menjadi 3.500, dan investasi langsung naik lebih dari empat kali lipat

                          Sistem yang berlaku di Jerman ialah Ekonomi Pasaran Berorientasi Sosial. Artinya: Negara menjamin kebebasan bertindak di bidang ekonomi, akan tetapi berusaha menyediakan sarana penyeimbangan sosial. Berkat konsep itu pula Jerman menikmati keadaan tenteram di bidang sosial, hal yang tercermin dalam kelangkaan aksi mogok. Menurut nilai rata-rata periode 1996-2005, di Jerman diadakan pemogokan selama hanya 2,4 hari per seribu pekerja, angka yang bahkan lebih rendah daripada angka perbandingannya di Swis, yaitu 3,1 hari pemogokan. Kemitraan sosial antara serikat kerja dan organisasi majikan telah ditetapkan oleh hukum tenaga kerja kolektif yang melembagakan proses penyelesaian konflik. Undang-Undang Dasar menjamin otonomi penetapan tarif upah yang memberikan hak kepada kedua belah pihak untuk menyepakati persyaratan kerja dalam perjanjian tarif yang menjadi tanggung jawab mereka sendiri.[13]

                          BAB VII

                          POLITIK LUAR NEGERI

                          Dalam era globalisasi, politik luar negeri telah berubah menjadi politik dalam negeri sedunia. Negara-negara, masyarakat dan kawasan perekonomian membentuk jaringan. Dengan berakhirnya konflik Timur-Barat, politik luar negeri Jerman memperoleh peluang baru, baik di Eropa maupun di seluruh dunia. Sejalan dengan perubahan yang terjadi di gelanggang politik dunia, tanggung jawab internasional Jerman meningkat. Jerman menerima tanggung jawab itu dan – dengan bekerja sama dengan mitranya di Eropa dan di seberang Atlantik – berupaya sungguh-sungguh demi penegakan demokrasi, hak asasi manusia dan dialog antarbudaya. Tujuan utama politik luar negeri Jerman ialah pelestarian perdamaian dan keamanan di dunia.

                          • Pokok-Pokok Politik Luar Negeri Jerman

                          Jerman tergolong negara yang mendukung pembaruan organisasi internasional yang memadai. Sikap ini cukup beralasan. Pertama, di kelompok negara yang dapat dibandingkan dengan Jerman tidak ada negara lain yang terjalin dengan begitu luas ke dalam kerja sama multilateral di bidang politik, ekonomi, dan militer pula. Di lain pihak, politik luar negeri Jerman telah menyesuaikan diri dengan meningkatnya secara tajam beban tanggung jawab internasional yang dipikul oleh Jerman dewasa ini atas permintaan masyarakat bangsa-bangsa. Dalam konteks ini Jerman mendukung reformasi struktur PBB yang menyeluruh. Termasuk dalam pembaruan struktur itu ialah permintaan akan kedudukan Jerman tetap dalam Dewan Keamanan.

                          Bagi politik luar negeri Jerman, di samping itu pembentukan identitas Eropa sendiri di bidang pertahanan merupakan sumbangan penting demi penguatan dan stabilisasi sosok NATO di Eropa. Pada bulan Desember 2004, NATO menyerahkan pimpinan pasukan di Bosnia-Herzegowina yang selanjutnya dinamakan EUFOR kepada PKPE (Politik Keamanan dan Pertahanan Eropa). Dengan menerima tanggung jawab itu, negaranegara Eropa untuk pertama kali mulai menangani dan mengontrol sebuah pusat kekacauan dengan memakai sarana dan kekuatan sendiri. Hal itu merupakan langkah besar dalam proses perubahan kerja sama transatlantik.

                          Dengan dipulihkannya kesatuan bangsa pada tahun 1990, politik luar negeri Jerman telah memperoleh ruang gerak baru. Pemerintah Federal menggunakan ruang gerak itu baru setelah pergantian milenium – biarpun mula-mula tidak kelihatan begitu: Pernyataan Jerman setelah serangan teror pada tanggal 11 September 2001 tidak hanya dikeluarkan dengan segera. Kanselir Schröder juga melangkah lebih jauh daripada semua pendahulunya dengan menjanjikan kepada Amerika Serikat “solidaritas Jerman yang tak terbatas”. Dengan sendirinya Jerman juga mengiakan keputusan NATO yang menyatakan “keadaan persekutuan aktif” pada tanggal 2 Oktober 2001, hal yang terjadi untuk pertama kali dalam sejarah NATO.

                          • Jerman dan Uni Eropa

                          Kepentingan nasional Jerman menghendaki Eropa yang vital: Di masa lampau, proses integrasi telah terbukti sebagai kondisi umum yang tepat untuk mempertahankan perdamaian, kesejahteraan dan keamanan. Melalui kebersamaan politik dengan negara tetangganya, Jerman telah menemukan mitra tetap, dan bersama Eropa dapat meraih kembali kesatuan negaranya serta pengakuan di dunia. Di mata orang Jerman, penyeimbangan kepentingan secara damai dengan tetangga dan dengan dunia luar telah menjadi resep keberhasilan integrasi Eropa. Kepresidenan Jerman di Dewan Uni Eropa dalam paruh pertama tahun 2007 kembali menggarisbawahi arti penting integrasi tersebut. Dengan memanfaatkan respek dan kepercayaan yang diberikan di Eropa, Kanselir Federal Merkel dan Menteri Luar Negeri Steinmeier memecahkan krisis institusional UE. Jerman telah meletakkan dasar untuk perjanjian Lisboa dan memperoleh dukungan dari semua negara anggota UE untuk penguatan UE dalam segi-segi penting, yaitu kesanggupan mengambil keputusan, penentuan haluan politik, dan institusi.

                          Pada bulan Maret 2007 diperingati lima puluh tahun penandatanganan Perjanjian-Perjanjian Roma. Paket perjanjian pada tahun 1957 yang menetapkan pendirian Masyarakat Ekonomi Eropa itu menjadi awal kisah sukses integrasi Eropa. Berbeda dengan langkah-langkah awal, dari Masyarakat Batu Bara dan Besi hingga Masyarakat Pertahanan Eropa, fokus Perjanjian- Perjanjian Roma bukan pada pengontrolan industri yang semula penting untuk produksi persenjataan, atau pada penggabungan kekuatan pertahanan. Yang menjadi pusat perhatian ialah pengembangan ekonomi di kawasan barat Eropa melalui pendalaman kerja sama antarnegara dan dukungan bagi perdagangan antara negara-negara pendiri. Pemikiran yang mendasari keputusan pada tahun 1957 itu masih berpengaruh sampai sekarang. Perjanjian-Perjanjian Roma telah meletakkan dasar bagi sebuah uni pabean dan bagi politik perdagangan bersama UE. Sesuai dengan logika perjanjian itu, sudah seharusnya dikembangkan Pasaran Bersama tanpa rintangan untuk perdagangan. Keputusan tentang pendirian Pasaran Bersama itu merupakan faktor penentu bagi dinamika pengembangan persatuan Eropa yang jauh lebih kuat daripada semua pernyataan politik selama puluhan tahun sebelumnya. Untuk mencapai sasaran pembentukan Pasaran Bersama diperlukan instansi penata, yaitu Komisi Eropa sebagai lembaga administrasi dan penjaga perjanjian yang kedudukannya di atas kepentingan negara-negara. Pasaran Bersama juga memerlukan penghapusan perbatasan internal demi kebebasan berpindah sepenuhnya untuk barang, jasa, modal dan kerja – dengan demikian digariskan program untuk pasaran internal Eropa yang dirampungkan pada tahun 1992. Pasaran itu lalu melahirkan kebutuhan akan pengamanan dari segi moneter – dan hal itu diusahakan dalam berbagai tahap sampai akhirnya dipenuhi dengan mata uang Ero yang mulai berlaku sebagai alat pembayaran tunai pada awal tahun 2002.

                          Akibat di bidang kelembagaan yang dibawa oleh integrasi ekonomi itu memberikan impuls bagai tahap-tahap pembaruannya – mulai dari perluasan Komisi Eropa dan penerapan keputusan mayoritas dalam Dewan Uni Eropa (lihat hlm. 87) dan perluasan bidang kewenangan bersama sampai ke reformasi besar-besaran yang dituangkan dalam perjanjian-perjanjian di Maastricht, Amsterdam dan Nice. Perjanjian Lisboa yang diikat pada bulan September 2007 termasuk di antara konsekuensi Perjanjian-Perjanjian Roma dan merupakan dampak dari apa yang disebut spill over integrasi ekonomi ke dalam ranah politik.

                          Tanpa mengurangi arti integrasi politik di Eropa, boleh dikatakan bahwa motif paling kuat bagi keinginan negaranegara lain untuk bergabung dengan UE adalah dinamika integrasi di bidang ekonomi dan daya tarik pasaran luasnya. Motif itu berlaku untuk masuknya Inggris, Denmark dan Irlandia pada dasawarsa 1970-an, Yunani, Spanyol dan Portugal pada dasawarsa 1980-an, dan juga untuk masuknya Austria, Swedia dan Finlandia pada dasawarsa 1990-an. Hal yang sama berlaku pula untuk daya magnetis UE dalam menarik negara-negara demokrasi baru di bagian timur Eropa Tengah dan di Eropa Tenggara yang berorientasi ekonomi pasaran. Sama halnya dengan Republik Federal Jerman yang masih muda pada awal tahun lima puluhan, penggabungan dengan UE bagi negara-negara demokrasi muda di sebelah selatan dan timur Eropa berarti pula pengukuhan dan penghargaan atas keberhasilan politik mereka dalam menanggulangi diktatur dan kelaliman.

                          Dalam kebijakan politiknya yang menyangkut Eropa, Jerman selalu mendukung sepenuhnya pendalaman integrasi, perluasannya ke utara, selatan dan timur, dan pengembangan institusi UE. Kekuatan politik Jerman di satu pihak terletak dalam pengarahan hubungan Jerman-Perancis kepada UE, dan di pihak lain dalam hubungan erat dengan negara-negara anggota yang lebih kecil. Dalam sejarah UE terdapat beberapa situasi blokade keputusan dan tahap penentu yang dapat diatasi berkat kesediaan Jerman untuk berkompromi dan untuk memberi sumbangan.

                          Dewasa ini pun dasar politik Jerman terhadap UE ditandai oleh konsensus lintas-partai. Rakyat Jerman menginginkan Eropa yang mampu bertindak, namun juga bertatanan demokratis dan transparan, dengan Parlemen Eropa yang diperkuat. Sama dengan warga banyak negara Eropa lainnya, orang Jerman tidak setuju UE dikembangkan menjadi “negara di atas negara” dan lebih suka pembagian kewenangan yang lebih tegas. Jerman mendukung sikap pragmatis dalam pengembangan integrasi yang digariskan dalam Perjanjian Lisboa, namun Jerman tetap berminat pada kemajuan lebih lanjut. Disadari oleh orang Jerman bahwa dari Eropa, dari Pasaran Bersama, dari Euro dan dari perluasan UE mereka mendapat keuntungan di bidang ekonomi dan politik.

                          Letak Jerman di tengah pasaran uniform terbesar di dunia menerangkan sebagian besar dari kekuatan perekonomiannya di bidang ekspor. Selain itu, hubungan ekonomi dengan negaranegara tetangga di kawasan timur Eropa Tengah dapat dilakukan menurut aturan integrasi. Di pasaran itu, Jerman merupakan mitra niaga terbesar di masing-masing negara, dan umumnya juga investor terpenting. Pada waktu bersamaan Jerman juga terkena akibat persatuan Eropa secara khusus. Pasaran di bagian timur negara tidak dapat dilindunginya terhadap persaingan dari para mitra di UE. Jerman juga memikul sebagian besar dari beban pengadaan prasarana yang ditimbulkan oleh pembukaan perbatasan, sebab jalur-jalur angkutan besar di Eropa melewati wilayahnya. Sesuai dengan penghasilan nasional kotornya, Jerman juga membiayai sekitar 20 persen dari anggaran belanja UE.

                          Sejak dikembangkannya Kerja Sama Politik di Eropa, penguatan peran Uni Eropa dalam percaturan politik dunia termasuk di antara tujuan Jerman. Dilihat dari sudut pandang Jerman, usaha mengamankan negara anggota UE dari ancaman jenis baru merupakan tugas bersama. Di gelanggang politik dunia, Eropa memiliki bobot suara lebih besar dibandingkan masing-masing negaranya. Politik luar negeri Jerman telah memanfaatkan UE secara intensif sebagai wadah dan alat perwakilan kepentingan. Mengingat sejarah Jerman di abad ke-20, kooperasi dengan para mitra di Eropa membuka peluang untuk bertindak secara efektif. Pendirian bahwa masalah politik luar negeri dan politik keamanan lebih baik ditangani secara bersama dengan pihakpihak lain, sudah sejak bertahun-tahun mendapat dukungan tetap oleh sebuah mayoritas stabil khalayak ramai di Jerman. Oleh karena itu kebijakan politik Jerman mengenai Eropa telah berusaha memperkuat daya bertindak Eropa, yang mencakup pula peningkatan langkah bersama di bidang politik luar negeri serta politik keamanan dan pertahanan. Hal itu direalisasikan dengan Perjanjian Lisboa dan dengan pembentukan jabatan “Wakil Tinggi UE untuk Politik Luar Negeri dan Politik Keamanan”, yang akan berwenang untuk hubungan ekstern. Berkenaan dengan adanya minat Uni Eropa untuk memperdalam kemitraan dengan negara-negara Asia Tengah, Pemerintah Federal Jerman selaku pemegang kepresidenan Dewan UE memprakarsai strategi Asia Tengah dari UE yang dirumuskan dalam paruh pertama tahun 2007.

                          Jerman dan para mitranya menghadapi tantangan baru. Semua koalisi dan konstelasi yang menandai beberapa dasawarsa lalu akan berubah. Keseimbangan baru antara kepentingan dan hak memerlukan kemampuan politik Eropa untuk menghasilkan kompromi. Dilihat dari sudut perekonomian dunia pun, titik berat sedang bergeser – perekonomian Eropa terlibat dalam persaingan global dengan sejumlah kawasan ekonomi lain yang atraktif. Di sisi luarnya, UE berbatasan dengan zone-zone yang lebih kecil stabilitasnya di bidang ekonomi, politik dan kemasyarakatan. Keadaan itu memerlukan sikap penuh kepercayaan dan aktif dalam menjalankan politik pembangunan dalam semangat kemitraan, termasuk dalam hubungan dengan negara-negara yang letaknya di tepi Laut Tengah.

                          Eropa yang bersatu bukan tempatnya hal-hal kecil. Kesejahteraan dan keamanan, yaitu hasil kegiatan negara yang bersifat klasik dan mendasar, kini tidak lagi dapat diciptakan tanpa adanya UE. Maka politik integrasi, termasuk tata cara dan institusinya, merupakan inti kehidupan politik di Eropa, bukan hiasan belaka. Bagi Jerman, Uni Eropa yang merupakan pusat Eropa sebagai satuan politik, tetap menjadi salah satu ranah kegiatan politik internasionalnya yang utama.[14]

                          DAFTAR PUSTAKA

                          Hintereder, Peter. Fakta Mengenai Jerman. Jakarta : Penerbit Katalis, 2008.

                          Hoffman, Mark S. The World Almanac and Book of Facts 1993. New York : World Almanac, 1993.

                          Isaacs, Alan. New Webster’s Universal Encyclopedia. New York : Bonanza Books, 1985.

                          Morison, Samuel Eliot. The Two-Ocean War. New York : Ballantine Books, 1964.

                          Macksey, K.J. Panzer Division The Mailed Fist. New York : Ballantine Books, 1968.

                          Mason, David. U-Boat : The Secret Manace. New York : Ballantine Books, 1968.

                          Von Der Porten, Edward P. The German Navy in World War Two. New York : Ballantine Books, 1976.

                          Wiesel, Elie. Malam. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia, 2005.

                          Zieser, Benno. The Road To Stalingrad. New York : Ballantine Books, 1956.

                          Website :

                          http://id.wikipedia.org/wiki/Eropa

                          http://id.wikipedia.org/wiki/Jerman

                          http://images.dimasprasetyo.multiply.com/attachment/0/R3ofxgoKCCUAAGTyF6k1/geografi-Rangkuman%20Mata%20Pelajaran%20IPS%20Geografi.doc?nmid=75378219


                          [1] “Eropa”, http://id.wikipedia.org/wiki/Eropa, diakses tanggal 2 Oktober 2009.

                          [2] “geografi-Rangkuman Mata Pelajaran IPS Geografi”, http://images.dimasprasetyo.multiply.com/attachment/0/R3ofxgoKCCUAAGTyF6k1/geografi-Rangkuman%20Mata%20Pelajaran%20IPS%20Geografi.doc?nmid=75378219, diakses tanggal 3 Oktober 2009.

                          [3] “Jerman”, http://id.wikipedia.org/wiki/Jerman, diakses tanggal 2 Oktober 2009.

                          [4] Alan Isaacs, New Webster’s Universal Encyclopedia, (New York : Bonanza Books, 1987), hal. 402.

                          [5] Mark S. Hoffman, The World Almanac and Books of Facts 1993, (New York : World Almanac, 1993), hal. 756-757.

                          [6] Peter Hintereder, Fakta Mengenai Jerman, (Jakarta : Penerbit Katalis, 2008), hal. 9.

                          [7] Peter Hintereder, Ibid.

                          [8] Peter Hintereder, Ibid.

                          [9] “Jerman”, Ibid.

                          [10] Peter Hintereder, Op.Cit, hal. 15.

                          [11] Peter Hintereder, Op.Cit, hal. 18-25.

                          [12] Peter Hintereder, Op.Cit, hal. 50-69.

                          [13] Peter Hintereder, Op.Cit, hal. 88-105.

                          [14] Peter Hintereder, Op.Cit, hal. 70-87.

                          About these ads

                          Aksi

                          Information

                          Berikan Balasan

                          Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

                          WordPress.com Logo

                          You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

                          Twitter picture

                          You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

                          Facebook photo

                          You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

                          Google+ photo

                          You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

                          Connecting to %s




                          Ikuti

                          Get every new post delivered to your Inbox.

                          %d blogger menyukai ini: